PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk. (DGNS) terus mengakselerasi ekspansi jaringan layanan laboratorium sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka menengah perseroan. Hingga saat ini, DGNS telah mengoperasikan 37 jaringan layanan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia dan menargetkan penambahan lima gerai baru sepanjang 2026.
Untuk mendukung rencana ekspansi tersebut, manajemen telah mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp13 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan jaringan, peningkatan kapasitas layanan, serta penguatan infrastruktur pendukung operasional.
Dalam operasionalnya, DGNS telah menjalin kerja sama dengan sekitar 200 rumah sakit dan lebih dari 2.600 dokter. Volume pemeriksaan yang ditangani perseroan saat ini mencapai sekitar 900.000 pemeriksaan per tahun, dengan kontribusi bisnis berbasis business to business (B2B) mencapai sekitar 80% dari total pendapatan.
Memasuki 2026, perseroan menargetkan pemulihan profitabilitas melalui sejumlah langkah strategis, antara lain efisiensi biaya operasional, perluasan jaringan layanan, serta penguatan portofolio tes diagnostik. Manajemen mencatat bahwa komponen biaya terbesar masih berasal dari kebutuhan reagen. Namun demikian, hingga kini perseroan belum melakukan penyesuaian harga layanan karena masih memperoleh perlindungan harga dari distributor.
Selain fokus pada ekspansi dan efisiensi, DGNS juga aktif memperkuat kolaborasi dengan tenaga medis melalui kegiatan ilmiah. Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah penyelenggaraan simposium yang digelar pada Sabtu (31/1), yang dihadiri lebih dari 300 dokter dari berbagai disiplin ilmu.
Kegiatan ilmiah tersebut membahas sejumlah bidang kedokteran, mulai dari obstetri dan ginekologi, penyakit dalam, pediatri, pulmonologi, hingga patologi klinik. Seluruh materi disampaikan dalam tiga kelas paralel guna mendorong diskusi yang lebih mendalam dan aplikatif.
Melalui penguatan kolaborasi dengan komunitas medis, perseroan berharap inovasi layanan diagnostik yang dikembangkan dapat semakin selaras dengan kebutuhan klinis, sekaligus mendukung target peningkatan kinerja yang lebih sehat dan berkelanjutan pada tahun-tahun mendatang.

















































