PT Argha Karya Prima Industry Tbk. (AKPI) mempercepat langkah ekspansinya dengan mengucurkan investasi sebesar US$100 juta atau sekitar Rp1,67 triliun untuk pengembangan fasilitas produksi Biaxially Oriented Polyethylene Terephthalate (BOPET) berkapasitas 62.000 ton per tahun. Investasi ini menjadi bagian dari strategi perseroan dalam memperkuat struktur industri kemasan fleksibel nasional sekaligus menjawab meningkatnya permintaan pasar domestik.
Selain pengembangan BOPET, AKPI juga menyiapkan investasi tambahan melalui pembangunan mesin Cast Polypropylene (CPP) guna mendukung pengembangan produk kemasan berkelanjutan. Manajemen AKPI menyampaikan bahwa investasi BOPET tersebut merupakan salah satu yang terbesar di sektor film plastik nasional dalam beberapa tahun terakhir, serta dirancang untuk memperkuat ketahanan pasokan Polyethylene Terephthalate (PET) film di dalam negeri.
PET merupakan material plastik poliester yang dikenal bening, kuat, dan ringan, dengan penggunaan luas pada industri botol minuman, wadah makanan, hingga serat tekstil. Kehadiran kapasitas baru ini diharapkan dapat menekan ketergantungan terhadap produk impor, seiring dengan pertumbuhan permintaan dari sektor makanan dan minuman, farmasi, serta barang konsumsi. Manajemen AKPI menegaskan bahwa BOPET merupakan elemen utama dalam industri kemasan fleksibel modern, sehingga ekspansi ini ditujukan untuk memastikan kebutuhan pasar domestik dapat dipenuhi oleh produksi dalam negeri dengan standar kualitas global.
Dengan tambahan kapasitas tersebut, perseroan menargetkan peningkatan kontribusi segmen BOPET terhadap pendapatan perusahaan. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai basis produksi PET film yang kompetitif di tingkat regional.
Di sisi lain, AKPI juga berinvestasi pada mesin CPP berkapasitas 8.500 ton per tahun yang dijadwalkan mulai beroperasi pada 2026. Investasi ini difokuskan untuk memenuhi kebutuhan kemasan berkelanjutan, khususnya kemasan berbasis monomaterial yang lebih mudah didaur ulang dan selaras dengan target lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) perusahaan-perusahaan multinasional. Manajemen menilai peningkatan permintaan terhadap kemasan ramah lingkungan menjadikan investasi CPP sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi AKPI sebagai mitra pelanggan global dalam transisi menuju kemasan berkelanjutan.
Dari sisi keuangan, hingga September 2025 AKPI mencatatkan total aset sebesar Rp3,70 triliun dengan ekuitas Rp1,80 triliun. Struktur permodalan tersebut dinilai cukup solid untuk menopang ekspansi jangka panjang, diiringi dengan alokasi belanja modal rutin guna menjaga keandalan operasional serta efisiensi produksi.
Dengan kombinasi investasi BOPET berskala besar dan pengembangan CPP berbasis keberlanjutan, AKPI optimistis dapat memperkuat kemandirian industri kemasan nasional sekaligus meningkatkan daya saing perseroan di pasar regional maupun global.
















































