Emiten penyedia infrastruktur telekomunikasi, PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) resmi mendirikan anak usaha baru bernama PT Sinergi Inti Data Indonesia pada 6 Februari 2026.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi perseroan dalam memperluas lini usaha berbasis digital, khususnya di sektor pusat data (data center).
Direktur Utama INET Muhammad Arif menjelaskan bahwa entitas baru tersebut akan bergerak di bidang portal web dan/atau platform digital berdasarkan Pasal 3 Akta Pendirian.
Selain itu, perusahaan juga memiliki ruang lingkup usaha dalam pengolahan data serta aktivitas konsultasi keamanan informasi sebagaimana tercantum dalam dokumen pendirian yang telah disampaikan melalui keterbukaan informasi pada 10 Februari 2026.
Manajemen INET menegaskan bahwa pembentukan PT Sinergi Inti Data Indonesia merupakan bagian dari langkah strategis ekspansi usaha INET, terutama untuk memperkuat penetrasi di bisnis data center.
Entitas anyar tersebut akan difokuskan menjalankan kegiatan utama sebagai penyedia layanan pusat data, sejalan dengan meningkatnya kebutuhan infrastruktur digital dan keamanan informasi di berbagai sektor industri.
Dari sisi permodalan, INET menyetorkan sebanyak 18.700 saham pada perusahaan baru tersebut dengan nilai nominal Rp1 juta per saham. Dengan demikian, total modal ditempatkan dan disetor oleh INET mencapai Rp18,70 miliar.
Selain INET, PT Inti Pusat Data Nusantara turut menjadi pemegang saham dengan kepemilikan sebanyak 3.300 saham senilai Rp1 juta per saham atau setara dengan Rp3,3 miliar. Struktur permodalan ini mencerminkan komitmen kedua entitas dalam membangun fondasi bisnis pusat data yang terintegrasi.
Melalui pendirian anak usaha tersebut, INET mempertegas langkah transformasi bisnisnya dari sekadar penyedia infrastruktur telekomunikasi menjadi pemain yang lebih komprehensif di ekosistem infrastruktur digital.
Ekspansi ke sektor data center ini dinilai strategis mengingat pertumbuhan ekonomi digital nasional yang terus meningkat dan kebutuhan terhadap layanan pengolahan serta keamanan data yang semakin krusial.


















































