Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menetapkan susunan calon anggota Direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk masa jabatan 2026–2030.
Penetapan tersebut menandai langkah penting dalam menyiapkan kepemimpinan baru bursa untuk menghadapi dinamika dan pengembangan pasar modal Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.
Dalam penetapan ini, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengonfirmasi bahwa Jeffrey Hendrik dipilih sebagai calon Direktur Utama BEI untuk masa jabatan 2026-2030.
Saat ini, Jeffrey masih menjabat sebagai Pelaksana Tugas Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI dan sebelumnya mengemban tugas sebagai Direktur Pengembangan BEI sejak 2022.
Dalam menjalankan tugasnya, Jeffrey akan didampingi sejumlah profesional yang telah ditetapkan untuk mengisi posisi strategis di jajaran direksi. Saidu Solihin ditunjuk sebagai Direktur Penilaian Perusahaan, sementara Irvan Susandy akan menjabat Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa.
Selain itu, OJK menetapkan Yulianto Aji Sadono sebagai Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan serta Abdul Munim sebagai Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko.
Kemudian Posisi Direktur Pengembangan dipercayakan kepada Iding Pardi, yang saat ini masih menjabat sebagai Direktur Utama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI). Adapun jabatan Direktur Keuangan, Sumber Daya Manusia, dan Umum akan diemban oleh Umi Kulsum.
Ketujuh nama tersebut akan diangkat secara resmi dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan BEI 2026 yang akan digelar pada Senin, 29 Juni 2026 mendatang.
Berdasarkan informasi yang dikutip dari beberapa sumber, berikut susunan lengkap direksi BEI terpilih periode 2026-2030 :
- Direktur Utama: Jeffrey Hendrik
- Direktur Penilaian Perusahaan: Saidu Solihin
- Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa: Irvan Susandy
- Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan: Yulianto Aji Sadono
- Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko: Abdul Munim
- Direktur Pengembangan: Iding Pardi
- Direktur Keuangan, Sumber Daya Manusia, dan Umum: Umi Kulsum
Profil Singkat Jeffrey Hendrik

Penunjukan Jeffrey Hendrik sebagai calon Direktur Utama BEI tidak terlepas dari rekam jejak panjangnya di industri pasar modal nasional.
Sebelum dipercaya memimpin bursa, Jeffrey menjabat sebagai Direktur Pengembangan BEI sejak Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada 29 Juni 2022. Dalam posisi tersebut, ia berperan dalam berbagai inisiatif pengembangan dan inovasi pasar modal Indonesia.
Karier Jeffrey di sektor keuangan dimulai pada 1994 saat bergabung dengan PT Zone Pratama. Dua tahun kemudian tepatnya tahun 1996, ia melanjutkan kiprahnya di divisi Corporate Finance PT Transpacific Securindo dan berkarier di perusahaan tersebut hingga 1999.
Setelah itu, Jeffrey memimpin PT Phintraco Sekuritas sebagai Direktur Utama selama lebih dari dua dekade yakni dari tahun 1999 hingga 2022. Pengalaman panjang tersebut menjadikannya salah satu figur yang cukup dikenal di industri pasar modal.
Selain aktif di perusahaan sekuritas, Jeffrey juga terlibat dalam berbagai organisasi dan lembaga pasar modal, termasuk Komite Perdagangan dan Penyelesaian Transaksi Efek BEI serta Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI).
Dari sisi pendidikan, Jeffrey merupakan lulusan Sarjana Ekonomi Universitas Trisakti pada 1995. Latar belakang akademik tersebut menjadi fondasi yang mendukung perjalanan kariernya hingga dipercaya memimpin bursa efek terbesar di Indonesia.
Dengan susunan direksi baru yang telah ditetapkan, BEI diharapkan dapat terus memperkuat perannya sebagai penggerak pertumbuhan pasar modal nasional, sekaligus meningkatkan daya saing dan kepercayaan investor di tengah perkembangan industri keuangan yang semakin dinamis.

















































