Emiten penyedia layanan perbaikan kaki-kaki mobil, PT Jantra Grupo Indonesia Tbk. (KAQI), menargetkan peningkatan pendapatan harian sebesar 10% hingga 20% selama periode mudik Lebaran 2026. Momentum meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya dinilai menjadi peluang bagi perseroan untuk memperluas layanan sekaligus meningkatkan kinerja operasional.
Direktur Utama sekaligus Founder Jantra Grupo Indonesia, Imam Sujono, menyampaikan bahwa lonjakan jumlah kendaraan yang membutuhkan perawatan menjelang perjalanan jarak jauh biasanya berdampak positif terhadap volume layanan perseroan. Manajemen memperkirakan rata-rata pendapatan harian dapat meningkat sekitar 10% hingga 20% selama periode Lebaran tahun ini.
Menurut Imam, kesiapan jaringan cabang yang semakin luas serta strategi pemasaran yang lebih terarah menjadi faktor penting dalam mengoptimalkan peluang tersebut. Dengan jaringan layanan yang terus berkembang, perseroan berupaya memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin memastikan kondisi kendaraannya tetap prima sebelum melakukan perjalanan mudik.
Secara historis, kinerja perseroan pada musim Lebaran menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun. Pada Lebaran 2023, KAQI melayani sebanyak 20.985 unit mobil dengan kontribusi pendapatan sekitar Rp50 miliar. Angka tersebut meningkat pada 2024 menjadi 23.646 unit kendaraan dengan pendapatan sebesar Rp57,5 miliar.
Tren pertumbuhan berlanjut pada 2025, ketika jumlah kendaraan yang dilayani meningkat menjadi 28.336 unit. Seiring tren tersebut, perseroan optimistis mampu mencatatkan pertumbuhan kinerja yang lebih tinggi pada musim mudik Lebaran 2026.
Di luar momentum musiman, manajemen juga melihat potensi peningkatan kinerja sepanjang 2025. Imam menyampaikan bahwa dengan berbagai strategi bisnis yang agresif serta peningkatan efisiensi operasional, perseroan memperkirakan pendapatan tahun lalu berpotensi meningkat sekitar 30% hingga 40%. Meski demikian, angka final masih menunggu laporan keuangan yang telah diaudit sebelum disampaikan secara resmi kepada regulator, masyarakat, dan investor.
Ke depan, KAQI memandang prospek bisnis pada 2026 tetap menjanjikan seiring dengan mulai pulihnya industri otomotif nasional. Data penjualan kendaraan menunjukkan tren positif di awal tahun. Pada Februari 2026, penjualan mobil secara wholesales (dari pabrik ke dealer) tercatat mencapai 81.159 unit atau tumbuh 22,1% dibandingkan Januari 2026.
Secara tahunan, angka tersebut juga meningkat 12,2% dibandingkan penjualan pada Februari 2025. Pertumbuhan ini didorong oleh sejumlah faktor, antara lain penyelenggaraan pameran otomotif serta meningkatnya kebutuhan kendaraan menjelang Ramadan dan Lebaran.
Dengan target penjualan mobil nasional yang diperkirakan mencapai sekitar 850.000 unit pada 2026, Imam menilai pertumbuhan sektor otomotif akan berdampak positif terhadap bisnis perawatan kendaraan. Tingginya kebutuhan servis kendaraan, khususnya perbaikan kaki-kaki mobil, dinilai menjadi peluang bagi perseroan untuk terus memperluas pasar dan meningkatkan pendapatan.



















































