PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) mencatatkan lonjakan kinerja keuangan yang signifikan sepanjang tahun buku 2025. Emiten pertambangan emas tersebut membukukan pertumbuhan laba bersih hingga 99% secara tahunan, seiring peningkatan produksi dan harga jual komoditas.
Berdasarkan laporan keuangan audit yang dirilis pada Senin (16/3/2026), BRMS mencatat laba bersih sebesar US$50,08 juta atau setara Rp850,85 miliar. Angka ini meningkat tajam dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang sebesar US$25,12 juta.
Pertumbuhan laba tersebut sejalan dengan peningkatan pendapatan perseroan yang naik 54% secara tahunan, dari US$162,34 juta pada 2024 menjadi US$249,35 juta pada 2025. Selain itu, laba usaha perusahaan juga mengalami lonjakan signifikan sebesar 118% menjadi US$93,18 juta.
Direktur sekaligus Chief Financial Officer BRMS, Charles Gobel, menjelaskan bahwa peningkatan kinerja tersebut didorong oleh dua faktor utama, yakni kenaikan volume produksi emas dan peningkatan harga jual rata-rata. Produksi emas perseroan meningkat 11% menjadi 71.886 troy ounce, sementara harga jual rata-rata emas tercatat naik 38% dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain emas, kinerja komoditas perak juga menunjukkan pertumbuhan positif. Penjualan perak BRMS meningkat 45% dari 137.149 troy ounce menjadi 199.385 troy ounce pada 2025. Kenaikan volume tersebut turut didukung oleh peningkatan harga jual rata-rata perak sebesar 34% menjadi US$35,31 per troy ounce.
Meski mencatat kinerja tahunan yang solid, perseroan menghadapi tantangan operasional pada akhir 2025 hingga awal 2026. Penurunan kadar emas terjadi pada kuartal IV/2025 dan kuartal I/2026 akibat aktivitas pushback yang tengah berlangsung di area tambang.
Direktur Utama PT Citra Palu Minerals, anak usaha BRMS, Damar Kusumanto, menyampaikan bahwa setelah proses pushback rampung, perusahaan optimistis dapat kembali menambang bijih dengan kadar emas yang lebih tinggi mulai kuartal II/2026. Perseroan menargetkan produksi emas sekitar 80.000 troy ounce pada tahun ini
Di sisi lain, manajemen juga terus menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menjaga momentum pertumbuhan. Direktur Utama sekaligus CEO BRMS, Agus Projosasmito, mengungkapkan bahwa salah satu pabrik emas perseroan saat ini tengah menjalani peningkatan kapasitas dari 500 ton menjadi 2.000 ton bijih per hari, yang ditargetkan selesai pada kuartal IV/2026.
Selain itu, BRMS juga tengah mempersiapkan kegiatan penambangan bawah tanah dengan kadar emas tinggi, berkisar antara 3,5 hingga 4,9 gram per ton bijih. Operasi ini direncanakan mulai berjalan pada semester kedua 2027.
Manajemen meyakini langkah-langkah tersebut akan mendorong peningkatan produksi secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan, khususnya pada periode 2027 hingga 2028, sekaligus memperkuat posisi perseroan di industri pertambangan emas nasional.
















































