PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp2,2 triliun pada 2026 sebagai bagian dari strategi menjaga pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan. Alokasi dana tersebut akan difokuskan pada pengembangan lanjutan proyek superblock, serta akuisisi lahan dan aset operasional guna memperkuat fondasi bisnis perseroan.
Director of Business Development PWON, Ivy Wong, menjelaskan bahwa penyusunan capex 2026 telah diselaraskan dengan strategi pertumbuhan perusahaan yang berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang. Dari total anggaran tersebut, hampir separuh atau sekitar 49% akan dialokasikan untuk pengembangan lanjutan proyek superblock, baik pada proyek yang telah berjalan maupun pada pengembangan di lahan baru. Segmen superblock selama ini menjadi tulang punggung bisnis PWON berkat ekosistem terintegrasi yang mampu mendorong pendapatan berulang.
Sejalan dengan strategi tersebut, pada 2026 PWON menargetkan peluncuran produk apartemen di tahap lanjutan Superblock Kota Kasablanka, serta pengembangan produk hunian tapak (landed house) di kawasan township Surabaya. Selain itu, perseroan juga akan melanjutkan pengembangan penambahan superblock Kota Kasablanka, penguatan kawasan Pakuwon Mall, serta proyek superblock di Semarang.
Sementara itu, sisa anggaran capex atau sekitar 51% akan digunakan untuk memperkuat basis aset perseroan melalui akuisisi lahan dan operating asset. Menurut manajemen, strategi alokasi tersebut dirancang untuk menjaga keseimbangan antara ekspansi dan kesehatan keuangan perusahaan, sekaligus memperkuat kontribusi recurring income di masa mendatang.
Dari sisi kinerja, sepanjang 2025 PWON mencatatkan ketahanan yang solid, baik dari sisi pemasaran maupun kinerja keuangan. Di tengah kondisi pasar properti yang masih selektif, perseroan tetap menerapkan strategi penjualan yang disiplin dengan mengandalkan proyek-proyek superblock yang telah matang dan memiliki ekosistem terintegrasi.
Kinerja operasional pusat perbelanjaan juga menunjukkan tren yang positif, tercermin dari tingkat okupansi mal yang terjaga tinggi serta peningkatan trafik pengunjung secara bertahap sepanjang tahun. Kondisi tersebut berdampak langsung pada penguatan pendapatan berulang yang memberikan stabilitas arus kas di tengah dinamika pasar properti.
Pada segmen hospitality, PWON turut menambah tiga portofolio hotel baru sepanjang 2025. Langkah ini tidak hanya memperluas basis pendapatan berulang, tetapi juga memperkuat sinergi dengan kawasan superblock yang telah beroperasi, sehingga menopang pertumbuhan bisnis perseroan secara berkelanjutan.


















































