Emiten yang terafiliasi dengan pengusaha Prajogo Pangestu, PT Petrosea Tbk (PTRO) merealisasikan aksi korporasi melalui akuisisi dua perusahaan jasa pelabuhan, yakni PT Vista Maritim Asia dan PT Nusantara Arung Samudera. Langkah ini ditempuh sebagai bagian dari strategi memperkuat rantai logistik dan mendukung ekspansi usaha perseroan.
Sekretaris Perusahaan Petrosea, Anto Broto, menjelaskan bahwa akuisisi dilakukan melalui dua entitas anak tidak langsung, yaitu PT Petrosindo Sinergi Alur dan PT Petrosindo Sinergi Samudera. PT Petrosindo Sinergi Alur akan mengakuisisi 60% saham PT Vista Maritim Asia dengan nilai transaksi sebesar Rp550 juta. Saham tersebut dibeli dari Kastomo sebesar 55% dan Jalu Yoho Santoso sebesar 5%.
Sementara itu, PT Petrosindo Sinergi Samudera mengakuisisi 55% saham PT Nusantara Arung Samudera senilai Rp550 juta. Rinciannya, sebanyak 45% saham diperoleh dari Karena Nathani dan 10% dari Maifian Juni Chandra.
Manajemen menyampaikan bahwa pengambilalihan saham ini bertujuan memperkuat sinergi operasional melalui integrasi rantai nilai pit-to-port, sehingga mendukung pengembangan bisnis PTRO secara menyeluruh.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai akuisisi dua perusahaan jasa pelabuhan tersebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat rantai logistik sekaligus memperluas sumber pendapatan perseroan. Menurutnya, aksi korporasi ini tidak hanya mendukung kebutuhan internal grup, tetapi juga membuka peluang penyediaan layanan logistik bagi emiten lain.
Ia menambahkan bahwa langkah ini sejalan dengan upaya diversifikasi bisnis di luar sektor batubara, termasuk pengembangan sektor pelabuhan dan konstruksi khusus. Diversifikasi tersebut dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan PTRO terhadap volatilitas harga batubara yang selama ini menjadi faktor dominan dalam kinerja perusahaan.
Nafan berpandangan bahwa integrasi logistik melalui akuisisi ini berpotensi menciptakan efisiensi operasional, yang pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan (top line) dan margin keuntungan perseroan.
Dengan langkah ekspansi ini, Petrosea mempertegas strategi penguatan infrastruktur logistik sebagai fondasi pertumbuhan berkelanjutan di tengah dinamika siklus komoditas global.
PT Petrosea Tbk (PTRO), emiten yang terafiliasi dengan pengusaha Prajogo Pangestu, merealisasikan aksi korporasi melalui akuisisi dua perusahaan jasa pelabuhan, yakni PT Vista Maritim Asia dan PT Nusantara Arung Samudera. Langkah ini ditempuh sebagai bagian dari strategi memperkuat rantai logistik dan mendukung ekspansi usaha perseroan.
Sekretaris Perusahaan Petrosea, Anto Broto, menjelaskan bahwa akuisisi dilakukan melalui dua entitas anak tidak langsung, yaitu PT Petrosindo Sinergi Alur dan PT Petrosindo Sinergi Samudera. PT Petrosindo Sinergi Alur akan mengakuisisi 60% saham PT Vista Maritim Asia dengan nilai transaksi sebesar Rp550 juta. Saham tersebut dibeli dari Kastomo sebesar 55% dan Jalu Yoho Santoso sebesar 5%.
Sementara itu, PT Petrosindo Sinergi Samudera mengakuisisi 55% saham PT Nusantara Arung Samudera senilai Rp550 juta. Rinciannya, sebanyak 45% saham diperoleh dari Karena Nathani dan 10% dari Maifian Juni Chandra.
Manajemen menyampaikan bahwa pengambilalihan saham ini bertujuan memperkuat sinergi operasional melalui integrasi rantai nilai pit-to-port, sehingga mendukung pengembangan bisnis PTRO secara menyeluruh.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai akuisisi dua perusahaan jasa pelabuhan tersebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat rantai logistik sekaligus memperluas sumber pendapatan perseroan. Menurutnya, aksi korporasi ini tidak hanya mendukung kebutuhan internal grup, tetapi juga membuka peluang penyediaan layanan logistik bagi emiten lain.
Ia menambahkan bahwa langkah ini sejalan dengan upaya diversifikasi bisnis di luar sektor batubara, termasuk pengembangan sektor pelabuhan dan konstruksi khusus. Diversifikasi tersebut dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan PTRO terhadap volatilitas harga batubara yang selama ini menjadi faktor dominan dalam kinerja perusahaan.
Lebih lanjut, Nafan berpandangan bahwa integrasi logistik melalui akuisisi ini berpotensi menciptakan efisiensi operasional, yang pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan (top line) dan margin keuntungan perseroan.
Dengan langkah ekspansi ini, Petrosea mempertegas strategi penguatan infrastruktur logistik sebagai fondasi pertumbuhan berkelanjutan di tengah dinamika siklus komoditas global.











































