PT RMK Energy Tbk. (RMKE) menatap tahun buku 2026 dengan target kinerja yang agresif. Perseroan membidik laba bersih sebesar Rp800 miliar, seiring penguatan infrastruktur logistik terintegrasi yang menjadi tulang punggung bisnis distribusi batu bara di Sumatera Selatan.
Berdasarkan paparan manajemen, target laba tersebut akan ditopang oleh proyeksi pendapatan yang diperkirakan mencapai Rp4,1 triliun pada 2026. Optimisme ini sejalan dengan rampungnya pembangunan jalur pengangkutan khusus atau hauling road yang menghubungkan area tambang langsung ke fasilitas angkutan utama. Infrastruktur tersebut kini telah terintegrasi dengan tiga pelanggan baru, yakni PT Wiraduta Sejahtera Langgeng, PT Duta Bara Utama, dan Menambang Muara Enim.
Manajemen RMKE menilai keberadaan hauling road semakin strategis menyusul rencana pemberlakuan larangan pengangkutan batu bara melalui jalan umum di Sumatera Selatan mulai 2026. Kebijakan tersebut secara struktural akan meningkatkan peran jalur hauling khusus dan moda kereta api sebagai tulang punggung distribusi, segmen layanan yang selama ini menjadi fokus dan keunggulan perseroan.
Selain mengejar pertumbuhan kinerja operasional, RMKE juga menyiapkan komitmen bagi pemegang saham. Dengan posisi kas sekitar Rp250 miliar dan tren kinerja yang membaik, perseroan menargetkan pembagian dividen dengan rasio minimum 20 persen. Nilai dividen pada tahun berjalan diperkirakan dapat melampaui Rp40 miliar dan jauh lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga diharapkan memberikan nilai tambah bagi investor.
Untuk mendukung target laba tersebut, RMKE merencanakan ekspansi kapasitas secara bertahap. Perseroan akan membangun container yard guna menggandakan kapasitas loading station dari semula 4 juta ton menjadi 8 juta ton per tahun. Di sisi hilir, kapasitas pelabuhan juga akan ditingkatkan dari 20 juta ton menjadi 28 juta ton per tahun guna mengantisipasi lonjakan volume jasa logistik.
Sejalan dengan ekspansi tersebut, volume jasa batu bara diproyeksikan meningkat signifikan, dari sekitar 8 juta ton pada 2025 menjadi lebih dari 12 juta ton pada 2026. Selain mengoptimalkan pelanggan eksisting, RMKE juga membidik penambahan dua hingga tiga pelanggan baru, termasuk potensi kontrak berskala besar melalui jalur hauling yang terhubung dengan tambang PT Bukit Asam Tbk. (PTBA).










































