/Tahun Ini, Grup Sinar Mas (BSDE) Siapkan Capex Rp2,5 Triliun dan Bangun Perkantoran Khusus Startup
Dok. Sinarmas Land
Dok. Sinarmas Land

Tahun Ini, Grup Sinar Mas (BSDE) Siapkan Capex Rp2,5 Triliun dan Bangun Perkantoran Khusus Startup

PT Bumi Serpong Damai Tbk, salah satu anak perusahaan grup Sinarmas yang bergerak di bidang pengembangan real estate dengan kode saham BSDE ini kabarnya berencana mempersiapkan alokasi anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) hingga mencapai Rp2,5 triliun pada tahun ini.

Direktur BSDE Hermawan Wijaya menjelaskan bahwa rata – rata anggaran capex yang dialokasikan perusahaan tiap tahunnya mencapai Rp1,5 triliun. Meskipun begitu, dirinya menilai bahwa ada kemungkinan dapat menganggarkan capex hingga Rp2,5 triliun pada tahun 2023.

Selain merencanakan anggaran capex tahun ini, BSDE juga berencana untuk membangun sebuah area perkantoran khusus untuk perusahaan teknologi maupun start up di kawasan BSD City, Tangerang Selatan.

Adapun dana yang akan digelontorkan untuk pembangunan gedung tersebut yaitu sebesar Rp400 miliar sampai Rp500 miliar yang berasal dari kas internal.

Area yang disebut sebagai digital hub atau pusat digital ini rencananya akan dibangun dengan luas lahan hingga mencapai 25 hektare yang dimana didalamnya memiliki satu gedung perkantoran knowledge hub atau pusat pengetahuan.

Hermawan mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan dana sekitar hingga Rp500 miliar untuk melakukan akuisisi lahan dengan estimasi luas mencapai 40 hektare. Dimana luas lahan yang akan diakuisisi tersebut digunakan untuk proyek BSD City, Kota Wisata, dan Grand Wisata.

Dana yang digunakan untuk melakukan akuisisi lahan tersebut berasal dari kas internal mengingat pinjaman hanya dapat dilakukan untuk pembangunan dan dilarang untuk akuisisi lahan.

Apalagi disamping itu, BSDE juga masih memiliki fasilitas pinjaman dari bank BUMN seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) (BBNI).

Tercatat pada Desember 2022 lalu, dua bank plat merah tersebut dalam waktu berdekatan memberikan pinjaman berupa fasilitas kredit modal kerja dengan nilai total mencapai Rp3,5 triliun kepada PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE).

Dok. BNI
Dok. BNI

Adapun rinciannya, BNI tercatat memberikan fasilitas pinjaman senilai Rp 1 triliun dan Bank Mandiri tercatat memberikan fasilitas pinjaman senilai Rp2,5 triliun.

Hermawan menjelaskan bahwa pinjaman tersebut dapat digunakan untuk kebutuhan umum dan tidak dibatasi selama tidak untuk pembebasan lahan.

Sebelumnya melalui keterbukaan informasi, Hermawan menjelaskan fasilitas kredit dari Bank Mandiri dapat dimanfaatkan BSDE dengan jangka waktu 60 bulan atau 5 tahun sejak tanggal penandatanganan yang jatuh pada 12 Desember 2022.

Adapun pemberian fasilitas kredit dari BNI ini menandai bahwa BSDE dan BNI sepakat bersinergi untuk pengembangan bisnis dalam merealisasikan potensi ekspansi ekonomi nasional.

Direktur Consumer Banking BNI Corina Leyla Karnalies menjelaskan bahwa sinergi antara BNI dan BSDE ini merupakan momen yang tepat untuk mendorong pertumbuhan bisnis, peningkatan performa, dan juga penjualan BSDE yang merupakan pemain terbesar industri properti di Indonesia.

Mengutip dari laman wikipedia, Bumi Serpong Damai (atau BSD City) adalah salah satu kota satelit dari Jakarta yang awalnya ditujukan untuk menjadi kota mandiri dengan dilengkapi berbagai fasilitas mulai dari kawasan industri, perkantoran, perdagangan, pendidikan, wisata, hingga perumahan.

Proyek kota terencana dengan total luas lahan terbesar di Indonesia ini dikembangkan oleh Sinar Mas Land melalui PT Bumi Serpong Damai.