Danantara Indonesia bersama Indonesia Investment Authority (INA) menyuntikkan investasi senilai US$200 juta atau sekitar Rp3,37 triliun (kurs Rp16.861) ke proyek milik PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA). Investasi tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas produksi bahan kimia strategis dalam negeri, yakni Caustic Soda (CA) dan Ethylene Dichloride (EDC).
Komitmen pendanaan itu dituangkan dalam penandatanganan Conditional Share Subscription Agreement (CSSA) antara Danantara, INA, dan Chandra Asri Group. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) yang sebelumnya telah disepakati ketiga pihak, di mana Danantara dan INA bertindak sebagai investor strategis dalam pengembangan proyek tersebut.
Perjanjian tersebut menandai masuknya fase komitmen modal untuk pembangunan pabrik Chlor Alkali–Ethylene Dichloride (CA-EDC) di Cilegon, Banten. Fasilitas ini akan dikembangkan dan dioperasikan oleh Chandra Asri Group sebagai bagian dari strategi memperkuat struktur industri kimia nasional.
Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menyampaikan bahwa kerja sama ini mencerminkan komitmen Danantara dalam mendukung industri strategis bernilai tambah tinggi. Ia menegaskan bahwa investasi tersebut tidak hanya bertujuan mengurangi ketergantungan impor, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam mempercepat hilirisasi sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.
Pada tahap awal, pabrik CA-EDC akan memiliki kapasitas produksi tahunan sebesar 400.000 ton Caustic Soda kering dan 500.000 ton Ethylene Dichloride. Fasilitas ini dirancang dengan standar teknologi dan keselamatan industri yang tinggi guna memastikan efisiensi operasional, keandalan pasokan, serta kepatuhan terhadap prinsip keberlanjutan.
Presiden Direktur dan CEO Chandra Asri Group, Erwin Ciputra, menyambut baik partisipasi Danantara dan INA dalam proyek tersebut. Ia menilai dukungan ini mencerminkan kepercayaan terhadap kapabilitas Chandra Asri dalam mengembangkan fasilitas industri berskala besar.
Menurutnya, proyek CA-EDC diharapkan mampu secara signifikan mengurangi ketergantungan impor bahan kimia strategis, memperkuat ketahanan rantai pasok nasional, serta mendorong agenda hilirisasi industri. Selain itu, pembangunan fasilitas tersebut diproyeksikan menyerap sekitar 3.000 tenaga kerja pada masa konstruksi dan 250 tenaga kerja saat memasuki tahap operasional. Kehadiran proyek ini juga diharapkan memberikan dampak ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat dan industri di Cilegon dan sekitarnya.
Dengan masuknya dukungan modal dari dua lembaga investasi nasional, proyek CA-EDC Chandra Asri kian menegaskan perannya sebagai salah satu pilar penguatan industri kimia dasar Indonesia di tengah upaya mendorong kemandirian industri dan ketahanan ekonomi nasional.



















































