PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) membukukan kinerja keuangan yang solid sepanjang semester I/2026 dengan mencatatkan pertumbuhan signifikan pada penjualan maupun laba bersih. Kinerja tersebut mencerminkan daya tahan bisnis perseroan di tengah dinamika industri ritel dan distribusi perangkat elektronik.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2026, ERAA membukukan penjualan sebesar Rp42,90 triliun atau meningkat 22,39% secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan Rp35,05 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kontributor terbesar penjualan masih berasal dari segmen telepon seluler dan tablet yang mencapai Rp32,45 triliun. Sementara itu, penjualan komputer dan elektronik konsumen tercatat sebesar Rp2,40 triliun, produk active lifestyle sebesar Rp1,74 triliun, serta aksesoris dan produk lainnya menyumbang Rp6,30 triliun.
Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, beban pokok penjualan turut meningkat menjadi Rp38,10 triliun dari Rp31,08 triliun pada semester I/2025. Meski demikian, perseroan tetap mampu meningkatkan laba bruto menjadi Rp4,80 triliun, dibandingkan Rp3,96 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Dari sisi operasional, beban penjualan dan distribusi meningkat menjadi Rp2,28 triliun dari Rp1,70 triliun. Beban umum dan administrasi juga naik menjadi Rp1,51 triliun dari Rp1,37 triliun. Di sisi lain, pendapatan lainnya melonjak signifikan menjadi Rp437,56 miliar, dibandingkan Rp245,35 miliar pada semester I/2025.
Kombinasi pertumbuhan pendapatan dan peningkatan pendapatan lainnya mendorong laba usaha perseroan naik menjadi Rp1,44 triliun dari Rp1,12 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada pos nonoperasional, penghasilan keuangan tercatat sebesar Rp19,68 miliar, menurun dibandingkan Rp29,34 miliar pada semester I/2025. Sementara itu, beban keuangan meningkat menjadi Rp308,95 miliar dari Rp285,86 miliar.
Dengan kondisi tersebut, laba sebelum pajak penghasilan ERAA mencapai Rp1,15 triliun, meningkat dari Rp863,42 miliar pada semester I/2025. Setelah memperhitungkan beban pajak penghasilan neto sebesar Rp277,35 miliar, laba periode berjalan tercatat sebesar Rp872,12 miliar atau tumbuh 43,96% secara tahunan dibandingkan Rp605,82 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Adapun laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp784,02 miliar, meningkat 37,96% dibandingkan Rp568,30 miliar pada semester I/2025. Sejalan dengan peningkatan tersebut, laba per saham dasar juga naik menjadi Rp50,09 per saham, dari Rp36 per saham pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi posisi keuangan, total aset perseroan hingga akhir Juni 2026 tercatat sebesar Rp29,34 triliun, meningkat dibandingkan posisi akhir 2025 yang sebesar Rp28,85 triliun. Sementara itu, total liabilitas mencapai Rp18,40 triliun dan total ekuitas tercatat sebesar Rp10,94 triliun.
Kinerja semester pertama 2026 tersebut memperlihatkan kemampuan Erajaya dalam mempertahankan pertumbuhan bisnis melalui penguatan penjualan di berbagai lini produk, sekaligus menjaga profitabilitas di tengah meningkatnya beban operasional dan biaya pendanaan.












































