PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk (OBAT) memperkuat pengembangan bisnis berbasis teknologi dengan memfinalisasi investasi sebesar Rp4,9 miliar untuk membangun ekosistem kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Investasi tersebut telah difinalisasi pada 16 September 2026 dan menjadi bagian dari upaya perseroan mengembangkan aset teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan usaha secara berkelanjutan.
Direktur Utama Brigit Biofarmaka Teknologi Is Heriyanto menjelaskan pengembangan ekosistem AI diarahkan untuk memperkuat kemampuan perseroan dalam membaca dinamika pasar sekaligus memahami kebutuhan pelanggan.
Teknologi tersebut juga akan dimanfaatkan untuk meningkatkan efektivitas komunikasi dan pemasaran melalui proses yang lebih otomatis. Dengan pemanfaatan AI, perseroan berharap aktivitas pemasaran dapat dilakukan secara lebih efisien dan terukur.
Langkah tersebut turut ditopang oleh kepemilikan hak cipta atas tiga program komputer yang telah tercatat di Kementerian Hukum Republik Indonesia. Ketiga program tersebut adalah MAXMOOD AI, OTOMUS AI, dan SomAI, yang seluruhnya tercatat atas nama OBAT.
Pengembangan ekosistem AI diharapkan memberikan dampak terhadap sejumlah aspek bisnis perseroan. Selain berpotensi meningkatkan pendapatan, teknologi tersebut ditujukan untuk menekan biaya operasional dan mendukung peningkatan profitabilitas.
Untuk tahap awal, OBAT memusatkan pemanfaatan AI pada upaya meningkatkan penjualan sekaligus meningkatkan efisiensi biaya pemasaran. Teknologi tersebut juga diarahkan untuk mengurangi pekerjaan yang bersifat berulang sehingga sumber daya perusahaan dapat dialihkan untuk aktivitas yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.
Pemanfaatan AI diharapkan turut mempercepat berbagai proses kerja di internal perusahaan. Dengan otomatisasi pada sejumlah aktivitas, OBAT dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.
Meski demikian, pengembangan ekosistem AI tidak akan dilakukan sekaligus. Perseroan akan membangunnya secara bertahap dengan menyesuaikan kebutuhan bisnis dan perkembangan teknologi.
OBAT juga akan melakukan evaluasi secara berkala untuk mengukur manfaat serta efektivitas investasi yang telah dikeluarkan. Evaluasi tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan pengembangan aset teknologi berjalan sejalan dengan kebutuhan usaha dan memberikan manfaat terhadap kinerja perseroan.
Investasi Rp4,9 miliar tersebut menandai langkah OBAT untuk semakin mengintegrasikan teknologi AI ke dalam aktivitas bisnis, terutama pada sisi pemasaran dan operasional. Perseroan kini menempatkan teknologi sebagai salah satu instrumen untuk mendorong efisiensi sekaligus membuka ruang pertumbuhan bisnis ke depan.









































