PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) memperluas pijakan bisnisnya di sektor infrastruktur telekomunikasi dengan mengakuisisi 60% saham PT Sarana Global Indonesia senilai Rp280,4 miliar. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperkuat kapabilitas di bisnis infrastruktur kabel laut.
Melalui akuisisi tersebut, INET menargetkan terbentuknya kemampuan terintegrasi dalam pengelolaan jaringan kabel bawah laut, mulai dari tahap perencanaan, konstruksi, pengoperasian, hingga pemeliharaan.
PT Sarana Global Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak di bidang rekayasa, pengadaan, dan konstruksi atau engineering, procurement, and construction (EPC), serta pemeliharaan sistem kabel bawah laut untuk jaringan serat optik maupun kabel listrik.
Direktur Utama Sinergi Inti Andalan Prima Muhammad Arif menjelaskan akuisisi tersebut akan memperkuat kemampuan INET dalam membangun sekaligus menjaga jaringan kabel laut yang menghubungkan berbagai wilayah di Indonesia.
Menurut Arif, masuknya Sarana Global Indonesia ke dalam ekosistem INET memberikan perseroan kemampuan end-to-end dalam membangun, mengoperasikan, dan memelihara jaringan kabel laut.
Sarana Global Indonesia sendiri telah beroperasi sejak 2000 dan mulai bertransformasi menjadi perusahaan EPC pada 2010. Selama lebih dari dua dekade, perusahaan tersebut telah mengantongi pengalaman dalam pembangunan dan pemeliharaan berbagai jaringan kabel bawah laut pada sejumlah proyek berskala nasional.
Pengalaman tersebut antara lain mencakup pembangunan jaringan Palapa Ring Barat sepanjang 1.744 kilometer, Palapa Ring Timur sepanjang 2.071 kilometer, serta proyek Perluasan Palapa Ring Timur sepanjang 1.247 kilometer. Selain itu, Sarana Global Indonesia juga memiliki rekam jejak dalam sejumlah proyek jaringan kabel bawah laut lainnya.
Kapabilitas perusahaan tidak terbatas pada infrastruktur telekomunikasi. Sarana Global Indonesia juga memiliki pengalaman mengerjakan proyek kabel listrik bawah laut, termasuk pemasangan kabel daya PLN-WIKA sepanjang 36 kilometer serta proyek interkoneksi Singapura-Malaysia.
Di luar bisnis konstruksi, Sarana Global Indonesia memiliki sejumlah kontrak pemeliharaan jangka panjang dengan perusahaan lain. Salah satunya mencakup pemeliharaan jaringan Palapa Ring Timur sepanjang 4.571 kilometer dengan periode kontrak selama 15 tahun sejak 2019.
Kontrak jangka panjang tersebut menjadi salah satu aspek yang dinilai strategis bagi INET karena berpotensi menyediakan sumber pendapatan berulang. Arif menyebut basis pendapatan tersebut dapat melengkapi profil bisnis INET yang selama ini bergerak di bidang layanan telekomunikasi dan infrastruktur digital.
Penguatan kapabilitas juga didukung kepemilikan armada khusus untuk pekerjaan kabel laut. Sarana Global Indonesia memiliki kapal kabel Pacific Guardian dan tongkang penggelar kabel Nostag 10. Kedua armada berbendera Indonesia tersebut digunakan untuk mendukung aktivitas penggelaran maupun pemeliharaan jaringan kabel bawah laut.
Dengan akuisisi ini, INET tidak hanya memperluas kemampuan di infrastruktur kabel serat optik, tetapi juga membuka peluang untuk masuk lebih jauh ke segmen kabel listrik bawah laut. Pengalaman Sarana Global Indonesia dalam proyek kabel daya menjadi salah satu kapabilitas yang dapat dikembangkan dalam ekosistem bisnis INET.
Langkah tersebut sekaligus memperluas cakupan bisnis INET dari penyedia layanan telekomunikasi dan infrastruktur digital menuju pengelolaan infrastruktur kabel laut yang lebih terintegrasi.
Perseroan kini memiliki tambahan kapabilitas untuk menangani siklus jaringan bawah laut secara lebih menyeluruh, dari pembangunan hingga pemeliharaan.








































