PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) mencatat lonjakan kinerja keuangan yang signifikan sepanjang semester I-2026. Pendapatan neto perseroan hampir 20 kali lipat dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 30 Juni 2026, INET membukukan pendapatan neto sebesar Rp926,45 miliar. Realisasi tersebut melonjak sebesar 1.958,68% secara tahunan atau year on year (YoY), dari sebelumnya Rp45 miliar pada semester I-2025.
Pertumbuhan pendapatan yang sangat tinggi tersebut turut mengerek laba bruto perseroan. Hingga akhir Juni 2026, laba bruto INET mencapai Rp122,11 miliar, meningkat 627,53% dibandingkan dengan Rp16,78 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kinerja operasional perseroan juga menunjukkan penguatan. Laba usaha INET tercatat sebesar Rp71,36 miliar pada semester I-2026, tumbuh 620,84% secara tahunan dari Rp9,90 miliar pada semester I-2025.
Pertumbuhan tersebut berlanjut hingga lini bawah laporan keuangan. INET mencatat laba periode berjalan sebesar Rp34,21 miliar, meningkat 346,75% dibandingkan dengan Rp7,66 miliar pada semester I-2025.
Sementara itu, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih tercatat sebesar Rp33,67 miliar. Angka tersebut melesat 340,02% secara tahunan dari Rp7,65 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Direktur Utama Sinergi Inti Andalan Prima Muhammad Arif menilai capaian tersebut mencerminkan semakin kuatnya skala usaha perseroan. Menurutnya, kinerja semester I-2026 menjadi pijakan bagi INET untuk mempertahankan disiplin operasional sekaligus memperkuat struktur bisnis secara berkelanjutan.
Di tengah pertumbuhan pendapatan yang agresif, manajemen juga berupaya menjaga keseimbangan antara ekspansi usaha, pengendalian beban, dan peningkatan profitabilitas. Perseroan menempatkan kualitas pertumbuhan sebagai salah satu fokus utama agar peningkatan skala bisnis tetap diikuti dengan penguatan kinerja keuangan.
Penguatan kinerja juga tercermin dari posisi neraca perseroan. Per 30 Juni 2026, total aset INET mencapai Rp6,11 triliun. Nilai tersebut meningkat 703,69% dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2025 yang tercatat sebesar Rp760,37 miliar.
Pertumbuhan signifikan juga terjadi pada sisi ekuitas. Total ekuitas INET tercatat mencapai Rp3,81 triliun per 30 Juni 2026, naik 787,42% dari posisi akhir 2025 sebesar Rp429,21 miliar.
Lonjakan pendapatan, laba, aset, dan ekuitas tersebut menunjukkan perubahan skala usaha yang cukup besar bagi INET sepanjang paruh pertama 2026. Perseroan kini menghadapi tantangan untuk menjaga momentum pertumbuhan tersebut agar dapat berlangsung secara berkelanjutan, sembari memastikan ekspansi tetap berjalan seiring dengan penguatan profitabilitas dan struktur keuangan.













































