PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mulai menahan ekspansi belanja modal atau capital expenditure (capex) di sejumlah lini bisnis di luar industri rokok. Salah satu proyek yang terdampak adalah Bandara Dhoho Kediri, Jawa Timur, yang kini tidak lagi memperoleh alokasi capex dari perseroan.
Keputusan tersebut diambil seiring belum terlihatnya kontribusi positif Bandara Dhoho terhadap kinerja Gudang Garam. Bandara yang dikembangkan melalui anak usaha PT Surya Dhoho Investama (SDHI) tersebut masih dipandang sebagai investasi jangka panjang sehingga perseroan belum memperkirakan adanya kontribusi signifikan dalam waktu dekat.
Direktur Gudang Garam Istata Taswin Siddharta menjelaskan bahwa perseroan menyadari Bandara Dhoho merupakan proyek berorientasi jangka panjang. Dengan demikian, Gudang Garam tidak menargetkan kontribusi positif terhadap kinerja dalam beberapa tahun mendatang.
Kondisi tersebut membuat perseroan memutuskan untuk tidak lagi mengalokasikan capex bagi Bandara Dhoho Kediri. Gudang Garam juga tidak menyiapkan tambahan belanja modal untuk kebutuhan operasional bisnis rokok.
Sebaliknya, perseroan akan lebih selektif dalam mengarahkan belanja modal, terutama kepada proyek infrastruktur yang masih membutuhkan pendanaan agar pembangunannya dapat terus berjalan.
Salah satu proyek yang menjadi prioritas adalah pembangunan Jalan Tol Kediri-Tulungagung melalui anak usaha PT Surya Sapta Agung Tol (SSAT). Proyek ini dinilai masih membutuhkan dukungan pendanaan untuk menjaga keberlanjutan progres konstruksi.
Jalan Tol Kediri-Tulungagung memiliki total panjang 44,17 kilometer. Proyek tersebut mencakup akses menuju Bandara Dhoho Kediri sepanjang 6,82 kilometer serta ruas utama Kediri-Mojo-Tulungagung dengan panjang 37,35 kilometer.
Untuk mendukung kelanjutan pembangunan proyek tersebut, Gudang Garam menyiapkan belanja modal sekitar Rp1 triliun hingga Rp2 triliun sepanjang 2026.
Alokasi tersebut menunjukkan perubahan prioritas perseroan dalam mengelola belanja modal. Di tengah belum memberikan kontribusi positifnya sejumlah investasi jangka panjang, Gudang Garam memilih memusatkan pendanaan pada proyek yang masih berada dalam tahap pembangunan dan membutuhkan suntikan modal.
Dengan strategi tersebut, perseroan berupaya menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan disiplin investasi, sekaligus memastikan proyek infrastruktur yang telah berjalan dapat terus dikembangkan sesuai rencana.











































