PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) mencatat realisasi belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp4,4 triliun hingga semester I/2026. Penyerapan tersebut mencakup kebutuhan operasional, pemeliharaan, serta investasi pembangunan jalan tol.
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengatakan, realisasi capex perseroan hingga pertengahan tahun masih berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Namun, besaran penyerapan hingga akhir tahun akan tetap bergantung pada perkembangan dan realisasi pekerjaan di lapangan.
Jasa Marga memperkirakan kebutuhan capex investasi hingga akhir 2026 mencapai sekitar Rp12 triliun. Dengan demikian, perseroan masih memiliki ruang penyerapan belanja modal yang cukup besar pada paruh kedua tahun ini, terutama untuk mendukung pembangunan dan pengembangan infrastruktur jalan tol.
Di tengah terbatasnya jumlah tender jalan tol baru dibandingkan periode sebelumnya, Jasa Marga juga membuka peluang untuk memperluas portofolio investasinya. Perseroan menyatakan tetap terbuka terhadap partisipasi dalam pengusahaan jalan tol baru, tetapi akan menerapkan proses seleksi secara ketat.
Setiap peluang investasi akan dievaluasi secara komprehensif dengan mempertimbangkan sejumlah aspek, antara lain prospek lalu lintas, konektivitas dengan jaringan jalan tol yang telah dimiliki, kelayakan investasi, serta kemampuan finansial perusahaan.
Strategi tersebut menunjukkan bahwa ekspansi Jasa Marga tidak semata-mata diarahkan untuk menambah jumlah ruas jalan tol. Perseroan juga mulai membuka ruang bagi peluang investasi di sektor lain atau broadfield, terutama ketika ketersediaan proyek jalan tol baru tidak sebanyak periode sebelumnya.
Manajemen menegaskan bahwa setiap peluang investasi yang berpotensi menciptakan nilai tambah dan mendukung keberlanjutan bisnis akan tetap dipertimbangkan. Pendekatan ini menjadi bagian dari strategi perseroan untuk menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus mengoptimalkan struktur portofolionya.
Selain mengembangkan proyek secara mandiri, Jasa Marga juga terlibat dalam pengelolaan sejumlah ruas jalan tol yang dimiliki oleh badan usaha milik negara (BUMN) lainnya sebagai bagian dari kelompok usaha Danantara.
Langkah tersebut ditempatkan sebagai bagian dari agenda penataan dan optimalisasi portofolio BUMN. Jasa Marga menilai proses tersebut dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan aset sekaligus menciptakan nilai ekonomi yang lebih optimal.
Saat ini, perseroan terus melakukan koordinasi dengan Danantara selaku pemegang saham, kementerian atau BUMN terkait, serta perusahaan-perusahaan yang masuk dalam proses streamlining. Penataan portofolio tersebut dilakukan dengan tetap mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.
Proses evaluasi dan penataan juga dilakukan melalui kajian yang komprehensif dan objektif, dengan mempertimbangkan aspek kewajaran serta kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Melalui kombinasi strategi ekspansi selektif, optimalisasi portofolio BUMN, dan pengelolaan belanja modal yang terukur, Jasa Marga berupaya memastikan setiap investasi yang dilakukan tidak hanya memperkuat bisnis jalan tol, tetapi juga memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi perseroan dan para pemangku kepentingannya.












































