Salah satu anggota Direksi PT Janu Putra Sejahtera Tbk (AYAM), Fadhl Muhammad Firdaus, tercatat melakukan aksi akumulasi saham perseroan di tengah tren penguatan harga saham di pasar modal. Langkah ini dilakukan saat kinerja saham emiten unggas tersebut tengah mencatatkan kenaikan signifikan.
Pada penutupan perdagangan sesi pertama Senin (5/1/2026), saham AYAM berada di level Rp436 per saham, menguat 0,46%. Dalam perspektif jangka lebih panjang, saham perseroan telah melonjak sekitar 211,43% dalam satu tahun terakhir, hal ini mencerminkan minat pasar yang tinggi terhadap prospek usaha perusahaan.
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Fadhl melaporkan telah membeli sekitar 35,26 juta saham AYAM dengan harga rata-rata Rp390 per saham. Dari transaksi tersebut, dana yang dikucurkan mencapai sekitar Rp13,75 miliar.
Fadhl menjelaskan bahwa pembelian saham ini bertujuan sebagai investasi jangka panjang yang dilakukan secara langsung tanpa melibatkan skema pembiayaan maupun perjanjian pembelian kembali.
Sebelum aksi akumulasi ini, Fadhl tercatat memiliki sebanyak 32 juta saham AYAM atau setara dengan 0,80% dari total saham dengan hak suara perseroan. Kemudian setelah transaksi pembelian tersebut, kepemilikannya meningkat menjadi sekitar 67,26 juta saham, sehingga porsi kepemilikan dan hak suaranya naik menjadi 1,68%.
Di sisi fundamental, AYAM tengah menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat rantai pasok usaha. Mengacu pada catatan KONTAN, perseroan berencana meningkatkan pasokan indukan ayam atau Grandparent Stock (GPS) yang berasal dari Amerika Serikat dan Selandia Baru pada 2026.
Strategi ini diarahkan untuk memperkuat peran perusahaan sebagai penyedia protein hewani, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat, termasuk dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Manajemen AYAM menegaskan bahwa peningkatan pasokan indukan ayam dilakukan dengan perhitungan yang matang dan mengacu pada praktik terbaik di industri perunggasan. Saat ini, perseroan telah memiliki fasilitas kandang indukan ayam dengan kapasitas fisik mencapai 60.000 ekor, yang menjadi fondasi penting dalam mendukung rencana ekspansi produksi ke depan.











































