PT MPX Logistics International Tbk. (MPXL) mengambil langkah strategis dengan mendirikan entitas usaha baru bernama PT Tambang Raya Sejahtera.
Pembentukan anak usaha ini menjadi bagian dari upaya perseroan untuk memperluas diversifikasi bisnis sekaligus memperkuat sumber pendapatan di luar lini logistik utama.
Direktur sekaligus Corporate Secretary MPXL, James S. Chandra, menyampaikan bahwa PT Tambang Raya Sejahtera akan bergerak di bidang perdagangan besar.
Ruang lingkup usahanya mencakup perdagangan besar bahan bakar padat, cair, dan gas beserta produk turunannya, perdagangan besar logam dan bijih logam, serta perdagangan besar mineral bukan logam, sesuai dengan klasifikasi KBLI yang berlaku.
Dari sisi struktur permodalan, PT Tambang Raya Sejahtera memiliki modal dasar sebesar Rp10 miliar dengan modal ditempatkan dan disetor senilai Rp5 miliar. Dalam komposisi kepemilikan saham, MPXL menguasai porsi mayoritas sebesar Rp4,97 miliar atau setara 99,5%, sementara sisanya sebesar Rp25 juta atau 0,5% dimiliki oleh James S. Chandra.
Manajemen MPXL menjelaskan bahwa pendirian entitas anak tersebut ditujukan sebagai penunjang kegiatan usaha perseroan dalam rangka mengembangkan diversifikasi bisnis.
Langkah ini diharapkan dapat membuka peluang pendapatan baru sekaligus mendorong ekspansi usaha grup MPXL secara berkelanjutan.
Sejalan dengan strategi tersebut, MPXL sebelumnya menyampaikan optimisme dapat mencatatkan pertumbuhan pendapatan minimal 50% pada tahun 2026, disertai perbaikan kinerja laba dibandingkan tahun sebelumnya.
Direktur Utama MPX Logistics International, Wijaya Candera, mengungkapkan bahwa perseroan akan mengoptimalkan strategi diversifikasi, termasuk melalui pengembangan angkutan komoditas.
Selain melayani pengangkutan material untuk sektor konstruksi dan infrastruktur, MPXL juga mulai merambah pengangkutan komoditas Crude Palm Oil (CPO). Di sisi lain, perseroan turut memperluas lini bisnis penjualan atau trading. Tidak hanya fokus pada semen curah dan fly ash, MPXL juga membidik peluang pada perdagangan batu split serta batubara di pasar domestik.
Manajemen menilai pengangkutan CPO dan aktivitas trading batubara berpotensi menjadi pendorong utama pertumbuhan pendapatan pada 2026. Dengan strategi diversifikasi tersebut, perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan yang signifikan serta kinerja laba yang lebih baik dibandingkan tahun 2025.
Memasuki 2026, MPXL juga berfokus membenahi kinerja operasional dan keuangan. Hingga kuartal III-2025, perseroan masih menghadapi tekanan kinerja, tercermin dari penurunan pendapatan dan kondisi rugi bersih. Oleh karena itu, langkah ekspansi dan diversifikasi ini diharapkan menjadi fondasi pemulihan kinerja MPXL ke depan.








































