PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) menatap tahun 2026 dengan optimisme, menargetkan pertumbuhan kinerja keuangan yang solid melalui peningkatan pendapatan dan laba bersih pada level dua digit. Di tengah dinamika global yang masih penuh tantangan, perseroan mengandalkan ekspansi kapasitas produksi, pengembangan produk, serta penguatan pasar untuk menjaga laju pertumbuhan.
Direktur Marketing & Sales OMED, Louis Hartanto, menyampaikan bahwa perusahaan membidik kenaikan pendapatan sebesar 10% hingga 15% menjadi sekitar Rp2,3 triliun. Sejalan dengan itu, laba bersih ditargetkan berada pada kisaran Rp370 miliar hingga Rp390 miliar, dengan margin laba bersih diproyeksikan mencapai 16% hingga 17%.
Untuk mendukung target tersebut, perseroan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp70 miliar hingga Rp75 miliar sepanjang 2026. Dana ini akan difokuskan pada peningkatan kapasitas produksi sekaligus menunjang ekspansi ke pasar ekspor.
Tidak hanya memperkuat lini bisnis yang ada, OMED juga tengah menyiapkan peluncuran produk baru berupa intra ocular lens (IOL), yakni lensa yang digunakan dalam penanganan pasien katarak. Produk ini ditargetkan dapat diluncurkan pada akhir 2026, sebagai bagian dari upaya perseroan memperluas portofolio di sektor alat kesehatan.
Di sisi ekspansi pasar, OMED menargetkan kontribusi ekspor sekitar 1% dari total penjualan, dengan nilai berkisar antara US$1 juta hingga US$1,5 juta pada tahun ini. Langkah ini menjadi bagian dari strategi diversifikasi pasar di tengah persaingan industri yang semakin kompetitif.
Sementara itu, untuk kinerja kuartal I-2026, manajemen belum dapat memaparkan secara rinci karena data masih dalam tahap finalisasi. Namun demikian, perseroan menilai prospek industri alat kesehatan pada tahun ini tetap relatif tangguh.
Louis menilai bahwa kondisi bisnis pada 2026 dihadapkan pada sejumlah tantangan, termasuk ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi stabilitas harga minyak serta rantai pasok bahan baku. Meski demikian, karakter industri kesehatan yang defensif terhadap tekanan ekonomi global menjadi faktor penopang utama optimisme perusahaan.
Lebih lanjut, manajemen memproyeksikan segmen wound care dan produk disposable masih akan mencatatkan pertumbuhan positif. Khusus untuk wound care, pertumbuhan diperkirakan tetap konsisten pada level dua digit menengah.
Dengan strategi ekspansi yang terarah serta penguatan lini produk, OMED berupaya menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memperkuat posisinya di industri alat kesehatan, baik di pasar domestik maupun internasional.
















































