PT PP Presisi Tbk (PPRE) memperkuat portofolio bisnisnya di sektor pertambangan dengan mengantongi kontrak baru proyek tambang bauksit milik PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) senilai Rp870 miliar. Perolehan ini menandai langkah strategis perseroan dalam memperluas lini usaha di luar komoditas nikel.
Berdasarkan keterangan resmi, proyek tersebut berlokasi di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, dan dijalankan melalui skema kerja sama operasi (KSO) bersama PT PP (Persero) Tbk (PTPP) serta PT Lancarjaya Mandiri Abadi (LMA). Kolaborasi ini mencerminkan sinergi antarperusahaan, termasuk antar-BUMN, dalam mendukung pengembangan sektor pertambangan nasional.
Ruang lingkup pekerjaan dalam proyek ini mencakup jasa penambangan bauksit, pengangkutan material, hingga penyediaan serta pengoperasian fasilitas washing plant. Tahap awal kegiatan penggalian (first cut) dijadwalkan mulai pada awal kuartal II/2026.
Direktur Utama PPRE, Rizki Dianugrah, menilai perolehan kontrak tersebut sebagai wujud kepercayaan terhadap kapabilitas operasional dan rekam jejak perseroan dalam mengelola proyek pertambangan. Ia menegaskan bahwa ekspansi ke proyek bauksit merupakan bagian dari strategi diversifikasi layanan jasa penambangan, sekaligus mempertegas posisi PPRE sebagai penyedia jasa pertambangan terintegrasi.
manajemen menilai dukungan sumber daya manusia berpengalaman, armada alat berat, serta penerapan standar keselamatan dan lingkungan yang tinggi menjadi modal utama untuk memastikan pelaksanaan proyek berjalan optimal.
Sejalan dengan agenda hilirisasi yang dicanangkan pemerintah, proyek ini juga dipandang sebagai langkah strategis untuk menjaga pertumbuhan kinerja berkelanjutan sekaligus memperkuat fundamental bisnis perseroan.
Dengan tambahan kontrak ini, PP Presisi tidak hanya memperluas cakupan bisnisnya, tetapi juga memperkokoh posisinya di industri jasa pertambangan nasional yang kian kompetitif












































