PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) mencatatkan kinerja impresif sepanjang 2025 dengan perolehan kontrak baru yang melampaui target. Perseroan berhasil mengamankan kontrak senilai sekitar Rp6,87 triliun, atau setara 135% dari target awal yang ditetapkan sebesar Rp5 triliun.
Corporate Secretary Total Bangun Persada, Anggie S. Sidharta, menjelaskan bahwa kontrak tersebut berasal dari berbagai proyek konstruksi gedung. Proyek-proyek tersebut mencakup pembangunan sekolah, hotel, perkantoran, fasilitas utilitas, hingga proyek di sektor industri.
Sejalan dengan capaian kontrak baru tersebut, kinerja keuangan perseroan juga menunjukkan pertumbuhan yang solid. Sepanjang 2025, TOTL membukukan pendapatan usaha sebesar Rp3,90 triliun, meningkat 26,35% secara tahunan dibandingkan Rp3,08 triliun pada 2024.
Kontribusi terbesar terhadap pendapatan tersebut berasal dari segmen jasa konstruksi yang mencapai Rp3,88 triliun. Sementara itu, pendapatan dari segmen lainnya tercatat sebesar Rp16,92 miliar.
Dari sisi profitabilitas, perseroan mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp414,39 miliar pada 2025. Angka ini meningkat signifikan sebesar 56,09% dibandingkan laba bersih tahun sebelumnya yang sebesar Rp265,42 miliar.
Anggie menilai kondisi suku bunga acuan Bank Indonesia yang berada di level 4,75% masih relatif kondusif bagi aktivitas investasi, termasuk di sektor properti yang menjadi salah satu pendorong permintaan jasa konstruksi.
Ia menambahkan bahwa potensi penurunan suku bunga pada semester II berpeluang memberikan sentimen positif tambahan bagi sektor properti dan konstruksi. Meski demikian, perseroan tetap mencermati perkembangan kondisi ekonomi dan dinamika pasar secara hati-hati dalam menjalankan strategi bisnisnya.
Di sisi lain, ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah disebut tidak memberikan dampak signifikan terhadap kinerja perseroan. Namun demikian, manajemen tetap mewaspadai potensi dampak tidak langsung terhadap kondisi ekonomi global dan domestik, serta memastikan operasional perusahaan berjalan dengan prinsip kehati-hatian











































