PT Indosat Tbk (ISAT) membuka tahun 2026 dengan capaian kinerja yang solid, ditopang oleh pertumbuhan pendapatan dan laba bersih yang sama-sama mencatatkan kenaikan dua digit.
Di tengah persaingan industri telekomunikasi yang kian ketat, perusahaan berhasil menjaga momentum pertumbuhan melalui penguatan layanan inti dan diversifikasi segmen usaha.
Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026, Indosat membukukan pendapatan sebesar Rp15,22 triliun, meningkat 12,10% secara tahunan dibandingkan Rp13,57 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kontribusi terbesar masih berasal dari segmen selular dengan nilai Rp12,70 triliun. Kemudian diikuti dengan segmen Multimedia, Komunikasi, Data Internet (MIDI) yang berkontribusi sebesar Rp2,30 triliun, serta telekomunikasi dengan kontribusi sebesar Rp212,83 miliar.
Seiring dengan ekspansi bisnis, beban operasional perseroan turut meningkat. Total beban tercatat mencapai Rp12,20 triliun atau naik 13,11% secara tahunan dari Rp10,78 triliun. Meski demikian, peningkatan beban tersebut tidak menggerus profitabilitas perusahaan secara signifikan.
Pada sisi bottom line, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk tercatat sebesar Rp1,49 triliun. Angka ini tumbuh sebesar 13,75% jika dibandingkan capaian sebelumnya sebesar Rp1,31 triliun pada kuartal I/2025.
Capaian ini mencerminkan kemampuan perseroan dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pendapatan dan pengendalian biaya.
Dari sisi neraca, total aset Indosat mencapai Rp122,10 triliun per akhir Maret 2026. Sementara itu, liabilitas tercatat sebesar Rp81,06 triliun dan ekuitas mencapai Rp41,03 triliun, menunjukkan struktur keuangan yang tetap terjaga di tengah ekspansi usaha.
Kinerja positif ini mempertegas posisi Indosat sebagai salah satu pemain utama di industri telekomunikasi nasional sekaligus mencerminkan efektivitas strategi perusahaan dalam menangkap peluang pertumbuhan di era digital yang terus berkembang.










































