PT Bali Towerindo Sentra Tbk. (BALI) mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp239 miliar pada 2026 untuk mendukung pengembangan infrastruktur telekomunikasi dan memperluas jangkauan layanan digital.
Melalui anggaran tersebut, perseroan berencana menambah sekitar 62 unit Micro Cell Pole (MCP), 500 titik VSAT RTGS, serta memperluas jaringan fiber-to-the-home dengan tambahan sekitar 20.000 home-passed baru.
Wakil Direktur Utama Bali Towerindo Sentra, Lily Hidayat, menjelaskan bahwa strategi perusahaan tahun ini difokuskan pada penguatan infrastruktur dan peningkatan kualitas layanan guna menjawab kebutuhan konektivitas yang terus berkembang.
Menurutnya, sepanjang 2026 perseroan akan memperkuat aktivitas pemasaran, mengoptimalkan pemanfaatan lokasi menara yang telah dimiliki, meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan, serta mempercepat ekspansi jaringan home-passed.
Selain itu, Bali Tower juga akan melanjutkan pembangunan menara telekomunikasi dan jaringan serat optik di sejumlah wilayah strategis. Perseroan turut memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam pengembangan infrastruktur Micro Cell Pole sebagai bagian dari upaya mendukung transformasi digital dan pengembangan konsep kota cerdas (smart city).
Sejalan dengan agenda ekspansi tersebut, BALI menargetkan pendapatan sebesar Rp1,225 triliun pada 2026 dengan EBITDA margin mencapai 69,49%.
Target tersebut dibangun di atas fondasi kinerja yang positif sepanjang tahun lalu. Pada 2025, Bali Tower membukukan pendapatan sebesar Rp1,239 triliun atau tumbuh 18,45% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, EBITDA tercatat mencapai Rp834 miliar dengan margin EBITDA yang tetap terjaga di level 67%.
Dari sisi operasional, hingga akhir 2025 perseroan mengelola 3.762 lokasi menara dengan total 1.899 penyewa yang berasal dari berbagai segmen pelanggan.
Pada lini bisnis Fiber to the Home (FTTH), jumlah home-passed telah mencapai 274.311 unit. Sementara itu, jumlah pelanggan residensial tercatat sebanyak 59.956 pelanggan dan pelanggan korporasi mencapai 1.452 pelanggan.
Di segmen layanan satelit, jumlah titik VSAT RTGS yang beroperasi telah mencapai 6.282 titik, menunjukkan semakin luasnya cakupan layanan yang mendukung kebutuhan konektivitas sektor perbankan dan bisnis di berbagai wilayah Indonesia.
Perseroan juga terus memperkuat portofolio bisnis melalui langkah korporasi. Sepanjang 2025, Bali Tower mendirikan PT Paramitra Teknologi Pintar serta melakukan akuisisi bertahap terhadap PT Jelajah Data Semesta sebagai bagian dari strategi memperluas ekosistem layanan digital dan telekomunikasi.
Dengan dukungan investasi yang berkelanjutan serta fokus pada pengembangan infrastruktur digital, Bali Tower optimis dapat memperkuat posisinya sebagai salah satu penyedia infrastruktur telekomunikasi terintegrasi di Indonesia sekaligus menangkap peluang pertumbuhan dari meningkatnya kebutuhan konektivitas nasional.












































