PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) memberikan penjelasan mengenai rangkaian aksi korporasi yang dilakukan terhadap PT Bali Media Telekomunikasi (BMT), termasuk pengambilalihan perusahaan tersebut serta penambahan modal senilai Rp8,54 triliun.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi perseroan dalam memperkuat struktur keuangan BMT sekaligus memperkokoh fondasi bisnis digital jangka panjang.
Direktur DSSA David Fernando Audy dan Daniel Cahya menjelaskan bahwa setelah resmi menjadi entitas anak dengan kepemilikan lebih dari 99%, BMT diberikan keleluasaan untuk lebih fokus menjalankan kegiatan operasional dan pengembangan usahanya. Seiring dengan status tersebut, laporan keuangan BMT juga akan dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan DSSA.
Manajemen perseroan juga mengungkapkan bahwa pada 6 Juli 2026, DSSA telah menyelesaikan investasi dalam instrumen utang konversi milik BMT. Dengan rampungnya transaksi tersebut, DSSA tidak lagi memiliki investasi dalam utang konversi, sementara BMT juga tidak lagi memiliki kewajiban dalam bentuk utang konversi.
Menurut perseroan, seluruh rangkaian transaksi tersebut tidak menimbulkan dampak material terhadap laporan keuangan konsolidasian DSSA maupun mengubah perlakuan akuntansi perusahaan.
Selain itu, DSSA turut memberikan klarifikasi terkait perbedaan harga saham BMT yang digunakan dalam dua transaksi berbeda. Perseroan menjelaskan bahwa harga Rp357 per saham merupakan nilai wajar yang digunakan dalam transaksi jual beli saham, sedangkan harga Rp1.000 per saham merupakan nilai nominal sebagaimana tercantum dalam Anggaran Dasar BMT dan digunakan dalam aksi penambahan modal.
Penambahan modal tersebut dilakukan setelah DSSA menguasai lebih dari 99% saham BMT melalui penerbitan sebanyak 8.539.999.121 saham baru. Seluruh dana hasil peningkatan modal senilai Rp8,54 triliun digunakan sepenuhnya untuk memperkuat struktur permodalan BMT, meningkatkan kapasitas pendanaan, serta menjaga fleksibilitas keuangan perusahaan dalam mendukung pengembangan bisnis.
Perseroan juga menegaskan bahwa dana tersebut tidak dialokasikan kepada entitas anak lain, perusahaan asosiasi, maupun pihak ketiga. Seluruh dana difokuskan untuk mendukung kebutuhan pendanaan BMT sebagai bagian dari strategi pengembangan ekosistem digital DSSA.
Dengan langkah tersebut, DSSA menilai BMT akan memiliki kapasitas yang lebih kuat untuk menjalankan strategi bisnis, membiayai investasi, memenuhi kebutuhan modal kerja, serta mendukung berbagai proyek strategis yang sejalan dengan rencana pertumbuhan jangka panjang perseroan. Manajemen juga memastikan bahwa keseluruhan transaksi tidak memberikan dampak negatif terhadap kondisi keuangan maupun laporan keuangan konsolidasian perusahaan.













































