PT Bukit Asam (Persero) Tbk atau PTBA, anggota Holding BUMN Industri Pertambangan MIND ID resmi rombak jajaran direksi dan komisaris perusahaan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar secara elektronik pada Kamis, 11 Juni 2026.
Dalam rapat tahunan tersebut, para pemegang saham PTBA menyetujui perombakan susunan pengurus di kursi direksi dengan mengangkat Bambang Ismawan sebagai Direktur Utama Baru PTBA menggantikan posisi yang sebelumnya dijabat oleh Arsal Ismail sejak 23 Desember 2021 lalu.
Bambang Ismawan rupanya bukanlah orang baru di lingkungan PTBA. Pria kelahiran 1966, Klaten, Jawa Tengah ini sebelumnya menjabat sebagai Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen PTBA.
Kemudian untuk mengisi kekosongan kursi Komisaris Utama yang ditinggalkan oleh Bambang Ismawan, para pemegang saham mengangkat Ida Bagus Putu Dunia untuk menggantikan posisinya.
Tak hanya pada pucuk kepemimpinan perusahaan, perubahan ini juga terjadi pada sejumlah posisi strategis direksi lainnya.
Dimana dalam perubahan tersebut, para pemegang saham menghadirkan wajah baru dengan mengangkat Hennita Sitepu sebagai Direktur Sumber Daya Manusia dan Transformasi Korporasi untuk menggantikan Ihsanuddin Usman serta mengangkat Mochammad Rifqi Hari Muji untuk mengisi jabatan sebagai Direktur Komersial dan Supply Chain, menggantikan Verisca Hutanto.
Dengan adanya perombakan tersebut, maka berikut ini susunan Dewan Direksi dan Komisaris PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) yang terbaru :
Dewan Komisaris
- Komisaris Utama : Ida Bagus Putu Dunia
- Komisaris Independen : Dewi Hanggraeni
- Komisaris Independen : Suko Hartono
- Komisaris : Dalu Agung Darmawan
- Komisaris : Zaelani
- Komisaris : Ferial Martifauzi
- Komisaris : Lana Saria
Dewan Direksi
- Direktur Utama : Bambang Ismawan
- Direktur Operasi dan Produksi : Ilham Yacob
- Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko : Una Lindasari
- Direktur Sumber Daya Manusia dan Transformasi Korporasi : Hennita Sitepu
- Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk : Turino Yulianto
- Direktur Komersial dan Supply Chain : Mochammad Rifqi Hari Muji
Selain merombak susunan pengurus, pemegang saham juga membahas dan menyetujui tujuh mata acara, termasuk atas penggunaan laba bersih Perseroan Tahun Buku 2025.
Berdasarkan hasil keputusan RUPST Tahun Buku 2025, para pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp1,32 triliun atau sebesar 45% dari total laba bersih Perseroan tahun 2025 yang mencapai Rp2,93 triliun.
Sedangkan sisa laba bersih sebesar Rp1,61 triliun atau 55% ditetapkan sebagai saldo laba ditahan guna mendukung pengembangan usaha dan menjaga keberlanjutan bisnis Perseroan.
Corporate Secretary PTBA, Eko Prayitno, menjelaskan bahwa seluruh keputusan yang dihasilkan dalam RUPST mencerminkan upaya perseroan untuk menjaga keseimbangan antara pemberian nilai tambah kepada pemegang saham, penguatan struktur permodalan, dan kebutuhan investasi jangka panjang.
Di tengah dinamika industri pertambangan dan energi yang terus berubah, PTBA berkomitmen menjaga kinerja operasional yang optimal melalui peningkatan efisiensi, penguatan program hilirisasi batu bara, serta pengembangan berbagai inisiatif bisnis baru yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan.
Dengan kepemimpinan baru dan strategi transformasi yang terus dijalankan, PTBA berharap dapat memperkuat posisinya sebagai salah satu perusahaan energi nasional yang mampu menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham sekaligus mendukung agenda transisi energi dan ketahanan energi nasional.













































