PT Niramas Utama Tbk, produsen makanan dan minuman yang dikenal melalui merek dagang Inaco ini mencatatkan antusiasme tinggi dari investor dalam pelaksanaan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO).
Emiten yang akan menggunakan kode saham JELI tersebut berhasil membukukan kelebihan permintaan (oversubscription) hingga 273,37 kali pada porsi penjatahan terpusat (pooling), dengan partisipasi mencapai 606.892 Single Investor Identification (SID).
Kelebihan permintaan ini terjadi pada saat calon emiten dengan kode saham JELI tersebut melaksanakan masa penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) dengan harga final sebesar Rp 900 per saham pada 1 – 3 Juli 2026.
Dalam aksi korporasi tersebut, Niramas Utama melepas sebanyak 266 juta saham baru atau setara 21,01% dari total saham yang dicatatkan di BEI. Dengan jumlah saham dan harga penawaran tersebut, perseroan berpotensi menghimpun dana sekitar Rp239,4 miliar.
Dana hasil IPO akan dialokasikan untuk mendukung strategi ekspansi perusahaan, yang meliputi peningkatan kapasitas produksi, penguatan jaringan distribusi, serta pemenuhan kebutuhan modal kerja guna menopang pertumbuhan bisnis.
CEO Sucor Sekuritas Bernadus Wijaya menilai tingginya tingkat oversubscription mencerminkan kepercayaan investor yang tetap kuat terhadap perusahaan dengan fundamental yang solid dan prospek usaha yang menjanjikan, meskipun pasar modal masih diwarnai volatilitas.
Sebagai penjamin pelaksana emisi efek (underwriter) tunggal dalam IPO JELI, Sucor Sekuritas memandang pencapaian tersebut menjadi salah satu indikator positif bagi pasar.
Menurut Bernadus, IPO Niramas Utama menjadi salah satu penawaran saham perdana di Indonesia pada 2026 yang berhasil menarik minat besar investor di tengah kondisi pasar yang masih dipenuhi ketidakpastian.
Sementara itu, Direktur PT Niramas Utama Tbk Adhi S. Lukman menyampaikan bahwa tingginya minat investor merupakan bentuk kepercayaan yang harus dijawab melalui kinerja perusahaan yang konsisten serta pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Ia menilai apresiasi yang diberikan investor mencerminkan keyakinan terhadap fundamental perusahaan dan prospek usaha yang dimiliki JELI.
Adhi menegaskan bahwa transformasi menjadi perusahaan terbuka merupakan langkah strategis untuk memperkuat tata kelola perusahaan, memperluas jangkauan pasar, meningkatkan kapasitas produksi, serta menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh pemegang saham.
Dengan dukungan dana segar dari IPO dan tingginya antusiasme investor, Niramas Utama diharapkan mampu mempercepat ekspansi bisnis sekaligus memperkuat posisinya di industri makanan dan minuman nasional.
Profil Singkat PT Niramas Utama Tbk
PT Niramas Utama Tbk (JELI), yang dikenal luas melalui merek dagang INACO ini akan melantai di pasar modal tanah air pada Selasa, 7 Juli 2026 sebagaimana informasi yang dikutip dari prospektus yang dirilis dalam laman E-IPO.
Meskipun begitu, Hal ini tidak menghentikan langkahnya untuk terus memperkuat posisinya sebagai salah satu pelaku utama industri makanan dan minuman penutup berbasis kelapa dan serat alami di Indonesia.
Berdiri sejak 1990, perusahaan ini telah berkembang menjadi pionir sekaligus pemimpin pasar (market leader) di segmen dessert sehat dengan rekam jejak lebih dari tiga dekade.
Selama lebih dari 35 tahun beroperasi, INACO secara konsisten mempertahankan posisinya sebagai merek yang melekat di benak konsumen melalui penyediaan produk yang mengedepankan cita rasa, keamanan, dan nilai gizi. Portofolio produknya mencakup berbagai varian nata de coco, jeli mini, puding, hingga minuman siap saji inovatif seperti I’m Coco dan Jelly Drink.
Keunggulan perusahaan terletak pada pemanfaatan bahan baku alami berkualitas tinggi, termasuk santan kelapa murni yang diproses dengan standar keamanan pangan internasional.
Seluruh produk buatannya juga telah melalui tahapan pasteurisasi akhir untuk menjaga kualitas dan keamanan konsumsi, serta menggunakan bahan tambahan pangan yang sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Dari sisi operasional, PT Niramas Utama didukung fasilitas manufaktur berstandar global dan jaringan distribusi yang luas. Saat ini, perusahaan memiliki 251 titik distribusi di dalam negeri dan telah berhasil menembus berbagai pasar internasional strategis, antara lain Jepang, India, China, Thailand, Australia, Kanada, hingga Amerika Serikat.
Seiring meningkatnya tren gaya hidup sehat di tingkat global, perusahaan terus mendorong inovasi produk berbahan dasar alami. Pengembangan produk berbasis aloe vera dan konnyaku menjadi bagian dari strategi untuk menjawab kebutuhan konsumen modern, khususnya generasi Milenial dan Gen Z yang semakin memperhatikan aspek kesehatan dalam pola konsumsi mereka.
Tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis, perusahaan juga berupaya menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan melalui kemitraan dengan petani lokal sebagai pemasok utama bahan baku.
Berbekal berbagai penghargaan yang telah diraih, PT Niramas Utama terus meningkatkan kemampuan riset dan pengembangan produk melalui sistem Ideas Bank yang mendorong lahirnya inovasi baru.
Memasuki tahun 2026, perusahaan menargetkan perluasan pasar ke kawasan Afrika dan Eropa sebagai bagian dari strategi ekspansi global guna memperkuat pertumbuhan bisnis yang tangguh dan berkelanjutan di masa mendatang.
















































