PT Niramas Utama Tbk, produsen makanan dan minuman yang dikenal melalui merek dagang Inaco ini resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini tepatnya Selasa, 7 Juli 2026.
Pencatatan saham perdana ini diumumkan oleh Direktur PT Bursa Efek Indonesia Saidu Solihin dalam acara bertajuk “Seremoni Pencatatan Perdana Saham JELI” yang disiarkan secara virtual melalui kanal youtube Indonesia Stock Exchange.
Mengutip informasi dari siaran langsung tersebut, pencatatan ini menjadikan Niramas Utama sebagai perusahaan tercatat kedua di sepanjang tahun 2026 dengan kode saham JELI di papan pengembangan BEI.
Pada perdagangan saham perdananya, perseroan langsung mencuri perhatian pasar setelah sahamnya menguat hingga menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA).

Berdasarkan pemantauan InfoBEI.com, saham berkode JELI ini menguat sebesar 25 persen menembus batas Auto Rejection Atas (ARA) dengan harga sebesar Rp1.125 per saham dari harga perdananya sebesar Rp900 per saham.
Sebelum melantai di pasar modal tanah air, JELI telah melaksanakan masa penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) yang berlangsung pada 1 – 3 Juli 2026.
Dalam aksi korporasi tersebut, JELI dengan harga penawaran Rp900 per saham melepas sebanyak 266 juta saham baru atau setara 21,01% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
Dengan jumlah saham dan harga penawaran tersebut, perseroan berpotensi menghimpun dana sekitar Rp239,4 miliar yang akan dimanfaatkan untuk mendukung strategi ekspansi usaha perusahaan yang meliputi peningkatan kapasitas produksi, penguatan jaringan distribusi, serta pemenuhan kebutuhan modal kerja guna menopang pertumbuhan bisnis.
Selama masa IPO, Saham JELI juga dilaporkan mencatatkan antusiasme tinggi dari investor. Hal ini ditandai dengan tingkat kelebihan permintaan (oversubscription) saham yang mencapai 273,37 kali pada porsi penjatahan terpusat (pooling), dengan partisipasi sebanyak 606.892 Single Investor Identification (SID).
Mengutip informasi dalam berita sebelumnya, CEO Sucor Sekuritas Bernadus Wijaya menilai tingginya tingkat oversubscription mencerminkan kepercayaan investor yang tetap kuat terhadap perusahaan dengan fundamental yang solid dan prospek usaha yang menjanjikan, meskipun pasar modal masih diwarnai volatilitas.
Sebagai penjamin pelaksana emisi efek (underwriter) tunggal dalam IPO JELI, Sucor Sekuritas memandang pencapaian tersebut menjadi salah satu indikator positif bagi pasar.
Menurut Bernadus, IPO Niramas Utama menjadi salah satu penawaran saham perdana di Indonesia pada 2026 yang berhasil menarik minat besar investor di tengah kondisi pasar yang masih dipenuhi ketidakpastian.
Direktur PT Niramas Utama Tbk Adhi S. Lukman menyampaikan bahwa tingginya minat investor merupakan bentuk kepercayaan yang harus dijawab melalui kinerja perusahaan yang konsisten serta pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Ia menilai apresiasi yang diberikan investor mencerminkan keyakinan terhadap fundamental perusahaan dan prospek usaha yang dimiliki JELI.
Adhi menegaskan bahwa transformasi menjadi perusahaan terbuka merupakan langkah strategis untuk memperkuat tata kelola perusahaan, memperluas jangkauan pasar, meningkatkan kapasitas produksi, serta menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh pemegang saham.
Dengan dukungan dana segar dari IPO dan tingginya antusiasme investor, Niramas Utama diharapkan mampu mempercepat ekspansi bisnis sekaligus memperkuat posisinya di industri makanan dan minuman nasional.
Profil Singkat PT Niramas Utama Tbk
PT Niramas Utama Tbk (JELI) terus memperkuat posisinya sebagai salah satu pelaku utama industri makanan dan minuman penutup berbasis kelapa dan serat alami di Indonesia.
Berdiri sejak 1990, perusahaan ini telah berkembang menjadi pionir sekaligus pemimpin pasar (market leader) di segmen dessert sehat dengan rekam jejak lebih dari tiga dekade.
Selama lebih dari 35 tahun beroperasi, INACO secara konsisten mempertahankan posisinya sebagai merek yang melekat di benak konsumen melalui penyediaan produk yang mengedepankan cita rasa, keamanan, dan nilai gizi. Portofolio produknya mencakup berbagai varian nata de coco, jeli mini, puding, hingga minuman siap saji inovatif seperti I’m Coco dan Jelly Drink.
Keunggulan perusahaan terletak pada pemanfaatan bahan baku alami berkualitas tinggi, termasuk santan kelapa murni yang diproses dengan standar keamanan pangan internasional.
Seluruh produk buatannya juga telah melalui tahapan pasteurisasi akhir untuk menjaga kualitas dan keamanan konsumsi, serta menggunakan bahan tambahan pangan yang sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Dari sisi operasional, PT Niramas Utama didukung fasilitas manufaktur berstandar global dan jaringan distribusi yang luas. Saat ini, perusahaan memiliki 251 titik distribusi di dalam negeri dan telah berhasil menembus berbagai pasar internasional strategis, antara lain Jepang, India, China, Thailand, Australia, Kanada, hingga Amerika Serikat.
Seiring meningkatnya tren gaya hidup sehat di tingkat global, perusahaan terus mendorong inovasi produk berbahan dasar alami. Pengembangan produk berbasis aloe vera dan konnyaku menjadi bagian dari strategi untuk menjawab kebutuhan konsumen modern, khususnya generasi Milenial dan Gen Z yang semakin memperhatikan aspek kesehatan dalam pola konsumsi mereka.
Tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis, perusahaan juga berupaya menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan melalui kemitraan dengan petani lokal sebagai pemasok utama bahan baku.
Berbekal berbagai penghargaan yang telah diraih, PT Niramas Utama terus meningkatkan kemampuan riset dan pengembangan produk melalui sistem Ideas Bank yang mendorong lahirnya inovasi baru.
Memasuki tahun 2026, perusahaan menargetkan perluasan pasar ke kawasan Afrika dan Eropa sebagai bagian dari strategi ekspansi global guna memperkuat pertumbuhan bisnis yang tangguh dan berkelanjutan di masa mendatang.

















































