PT Nitrasanata Dharma Tbk, perusahaan yang bergerak di bidang akitvitas rumah sakit swasta dan aktivitas klinik swasta ini resmi melantai di Bursa Efek pada hari ini tepatnya Selasa, 7 Juli 2026.
Pencatatan saham ini diumumkan oleh Direktur PT Bursa Efek Indonesia Saidu Solihin dalam acara bertajuk “Seremoni Pencatatan Perdana Saham JECX” yang disiarkan secara virtual melalui kanal youtube Indonesia Stock Exchange.
Sebagaimana informasi yang dikutip dari siaran langsung tersebut, Nitrasanata Dharma resmi mencatatkan saham perdananya dengan kode JECX di papan pengembangan BEI sehingga menjadikannya sebagai tercatat ke – 3 yang sukses melantai di pasar modal tanah air di sepanjang tahun 2026.
Sebelum tercatat di bursa, JECX telah melalui serangkaian tahapan untuk memantapkan langkahnya melantai di BEI pada tahun ini.
Salah satunya dengan menggelar aksi masa penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) yang berlangsung pada 1 – 3 Juli 2026.
Dalam aksi korporasi tersebut, JECX menetapkan harga penawaran di angka Rp1.250 per saham dengan melepas sebanyak 487.983.500 saham biasa atau sebesar 15,00% dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan setelah IPO.
Adapun jumlah saham yang ditawarkan terdiri dari 325.322.300 saham baru atau sebesar 10,00% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO, serta 162.661.200 saham divestasi milik Waldensius Girsang atau sebesar 5,00% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO.
Dengan jumlah saham dan harga yang ditawarkan tersebut, perseroan menghimpun dana sebesar Rp609,98 miliar, yang terdiri atas Rp406.65 miilar dari penerbitan saham baru Perseroan dan Rp203.33 miliar dari penjualan saham divestasi.
Di sepanjang masa penawaran umum berlangsung, Saham JECX mencatatkan antusiasme tinggi dari para investor. Hal ini ditandai dengan tingginya tingkat kelebihan permintaan (oversubscribed) saham yang mencapai sebesar 62,5 kali pada porsi penjatahan terpusat, dengan jumlah pemesan mencapai 555.699 investor.
Tingginya kelebihan permintaan saham ini mencerminkan kepercayaan pasar terhadap rekam jejak, posisi bisnis, serta prospek pertumbuhan JEC sebagai jaringan layanan kesehatan mata terintegrasi di Indonesia.
Hal ini senada dengan apa yang disampaikan oleh Presiden Direktur PT Nitrasanata Dharma Tbk. DR. Dr. Johan A. M. M. Hutauruk, Sp.M(K), dimana dirinya mengatakan bahwa tingginya minat investor menjadi sinyal positif terhadap prospek pertumbuhan perseroan di sektor layanan kesehatan mata.
Johan menyampaikan apresiasi kepada Otoritas Jasa Keuangan, Bursa Efek Indonesia, Kustodian Sentral Efek Indonesia, para investor, Penjamin Pelaksana Emisi Efek, lembaga dan profesi penunjang pasar modal, serta seluruh pihak yang telah mendukung jalannya proses IPO Perseroan hingga akhirnya berjalan dengan lancar dan berhasil mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Melalui IPO ini, Perseroan berharap dapat memperkuat struktur permodalan dan mendukung pertumbuhan JEC, dengan tetap mengedepankan semangat Care with Experience, yaitu pelayanan yang berorientasi pada pasien yang didukung oleh pengalaman serta keahlian JEC di bidang kesehatan mata.
Profil Singkat PT Nitrasanata Dharma Tbk
Perjalanan JEC Eye Hospitals & Clinics berawal pada 1 Februari 1984 melalui pendirian Klinik Mata Jakarta (KMJ), yang kemudian berkembang menjadi salah satu jaringan layanan kesehatan mata terbesar di Indonesia.
Di bawah naungan PT Nitrasanata Dharma, transformasi tersebut mencerminkan komitmen berkelanjutan perusahaan dalam menghadirkan layanan kesehatan mata yang berkualitas dengan dukungan teknologi modern.
Seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan oftalmologi yang lebih komprehensif, KMJ berganti nama menjadi Jakarta Eye Center (JEC) pada 1993.
Perubahan tersebut menjadi tonggak penting dalam pengembangan Perseroan dari sebuah klinik mata menjadi rumah sakit khusus mata yang mengedepankan standar pelayanan medis, inovasi teknologi, dan pengalaman pasien yang lebih baik.
Langkah ekspansi terus dilakukan untuk memperluas akses layanan kesehatan mata di Indonesia. Salah satu pencapaian penting adalah pembangunan fasilitas JEC Kedoya pada 2012 yang mengusung konsep hospitel dan green building.
Kemudian pada tahun 2015, Perseroan secara aktif memperluas jaringan melalui pertumbuhan organik, merger, akuisisi, serta kemitraan strategis.
Ekspansi tersebut menjangkau berbagai wilayah, mulai dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jadetabek), hingga Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, dan Sulawesi. Strategi tersebut memperkuat posisi JEC sebagai penyedia layanan kesehatan mata terintegrasi dengan cakupan nasional.
Perseroan mengusung visi untuk mengoptimalkan penglihatan dan kualitas hidup masyarakat. Untuk mewujudkannya, JEC berfokus pada penyediaan layanan klinis berstandar internasional, pemanfaatan teknologi medis terkini yang terpercaya, peningkatan kompetensi dokter dan tenaga kesehatan melalui pendidikan dan riset, serta pemberian layanan yang berorientasi pada kebutuhan pasien.
Hingga saat ini, Grup JEC telah mengoperasikan lima rumah sakit khusus mata dan 11 klinik mata yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Dengan jaringan yang terus berkembang, Perseroan berupaya memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan mata yang berkualitas sekaligus memperkuat kontribusinya dalam meningkatkan kesehatan penglihatan nasional.

















































