PT Cipta Perdana Lancar Tbk. (PART) mulai memperluas pijakan bisnisnya di luar industri komponen otomotif. Strategi diversifikasi yang telah dikembangkan sejak semester II/2025 tersebut diarahkan untuk membuka sumber pertumbuhan baru sekaligus menopang peningkatan profitabilitas perseroan pada 2026.
Direktur PART Tjoeng Rino Saputra alias Ayung menjelaskan, ekspansi ke sektor non-otomotif dilakukan melalui pengembangan kegiatan fabrikasi mesin dan peralatan untuk memenuhi kebutuhan berbagai industri. Langkah tersebut tidak dimaksudkan untuk mengurangi fokus perseroan pada bisnis komponen otomotif, melainkan memperkuat struktur usaha melalui penambahan portofolio bisnis.
Menurut Ayung, komponen otomotif tetap menjadi fondasi utama PART, sementara kemampuan fabrikasi dikembangkan untuk menangkap peluang pertumbuhan di sektor non-otomotif. Dengan strategi tersebut, perseroan juga berupaya mengurangi ketergantungan terhadap satu segmen industri.
Saat ini, lini bisnis non-otomotif PART mencakup produksi berbagai jenis mesin untuk kebutuhan pertanian serta peralatan rumah tangga. Produk tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan program pemerintah maupun non-pemerintah, khususnya di sektor pertanian serta industri makanan dan minuman.
Diversifikasi tersebut diproyeksikan mulai memberikan kontribusi yang lebih signifikan terhadap kinerja perseroan pada paruh kedua 2026. PART memperkirakan pendapatan sepanjang tahun mencapai Rp413,62 miliar, tumbuh 11,91% dibandingkan dengan realisasi 2025 sebesar Rp369,59 miliar.
Pertumbuhan laba diperkirakan lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pendapatan. Laba usaha ditargetkan mencapai Rp58,39 miliar, naik 43,74% dari Rp40,62 miliar pada 2025. Sementara itu, laba bersih diproyeksikan sebesar Rp44,16 miliar atau meningkat 46,18% dibandingkan dengan Rp30,21 miliar pada tahun sebelumnya.
Peningkatan tersebut diperkirakan turut memperbaiki tingkat profitabilitas perseroan. Margin laba bersih ditargetkan meningkat dari 8,17% pada 2025 menjadi 10,68% pada 2026. Adapun margin laba usaha diproyeksikan naik dari 10,99% menjadi 14,12%.
Sejalan dengan itu, laba per saham atau earnings per share (EPS) diperkirakan mencapai Rp15,49 per saham pada akhir 2026. Angka tersebut meningkat 37,2% dibandingkan dengan EPS 2025 sebesar Rp11,29 per saham.
Dari sisi kontribusi bisnis, Ayung memperkirakan segmen non-otomotif mulai menunjukkan kinerja yang lebih kuat pada semester II/2026, terutama sejak kuartal III. Aktivitas bisnis tersebut berpotensi meningkat lebih tinggi pada kuartal IV, sehingga dapat memberikan tambahan kontribusi terhadap pencapaian target tahunan perseroan.
Hingga Juni 2026, PART telah membukukan pendapatan sebesar Rp177,64 miliar dengan laba bersih Rp9,11 miliar. Dengan capaian tersebut, semester II/2026 menjadi periode penting bagi perseroan untuk mengejar target kinerja setahun penuh sekaligus meningkatkan kontribusi bisnis non-otomotif.
PART menilai kombinasi antara bisnis komponen otomotif dan lini non-otomotif dapat menjadi penopang pertumbuhan yang lebih seimbang. Penguatan kedua segmen tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga mendorong perbaikan profitabilitas secara berkelanjutan.
Dari sisi neraca, total aset PART pada akhir 2026 diproyeksikan mencapai Rp424,34 miliar, meningkat dari Rp335,71 miliar pada akhir 2025. Ekuitas juga diperkirakan tumbuh menjadi Rp234,55 miliar dari sebelumnya Rp184,85 miliar.
Dengan tetap mempertahankan bisnis komponen otomotif sebagai basis utama sekaligus mengembangkan fabrikasi dan sektor non-otomotif sebagai sumber pertumbuhan baru, PART optimistis dapat membangun struktur usaha yang lebih terdiversifikasi. Strategi tersebut diharapkan memperkuat fundamental perseroan dan meningkatkan penciptaan nilai bagi pemegang saham dalam jangka panjang.








































