PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) hingga sekitar 20% dari total pendapatan perseroan pada 2026. Anggaran tersebut digunakan untuk memperkuat infrastruktur digital sekaligus menopang pertumbuhan bisnis perseroan dalam jangka panjang.
Direktur Utama Telkom Indonesia Dian Siswarini menjelaskan, alokasi capex perseroan secara historis berada pada kisaran 18% hingga 20% dari total pendapatan tahunan. Pada tahun 2025, misalnya, Telkom merealisasikan capex sebesar Rp27,5 triliun atau sekitar 18,74% dari pendapatan yang mencapai Rp146,7 triliun.
Untuk Tahun 2026, perseroan memperkirakan porsi capex berada di kisaran 19% hingga 20% dari total pendapatan. Investasi tersebut akan difokuskan pada sejumlah infrastruktur yang dinilai strategis bagi pengembangan bisnis Telkom dan ekosistem digital nasional.
Dian menyampaikan bahwa sebagian anggaran akan digunakan untuk pengembangan jaringan seluler Telkomsel, pembangunan jaringan fiber optik di dalam negeri maupun yang menghubungkan Indonesia dengan negara lain, serta pengembangan menara telekomunikasi dan pusat data. Hal tersebut disampaikannya dalam konferensi pers BATIC 2026 di Bali, Selasa (25/8/2026).
Menurut Dian, penempatan belanja modal tersebut telah disesuaikan dengan unit bisnis yang memiliki prospek kontribusi pendapatan signifikan sekaligus sejalan dengan arah strategis Telkom ke depan. Dengan demikian, investasi tidak sekadar diarahkan untuk menambah aset, tetapi juga memperkuat lini bisnis yang menjadi kompetensi utama perseroan.
Telkom memiliki dua peran utama sebagai perusahaan telekomunikasi milik negara. Selain menjalankan fungsi bisnis melalui pembangunan dan pengoperasian infrastruktur digital, perseroan juga mengemban peran sebagai agent of development dalam mendukung pemerintah mempercepat digitalisasi Indonesia dan memenuhi kebutuhan masyarakat.
Karena itu, investasi yang dilakukan diarahkan pada bisnis yang memiliki prospek menghasilkan pendapatan, relevan dengan kebutuhan pasar, serta menjadi bagian dari kekuatan inti Telkom.
Strategi investasi tersebut berjalan seiring dengan kinerja keuangan perseroan. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, Telkom membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp75,9 triliun atau tumbuh sebesar 3,9% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan pendapatan turut diikuti peningkatan laba bersih. Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat dari Rp10,47 triliun pada semester I/2025 menjadi Rp10,62 triliun pada semester I/2026.
Dengan kinerja tersebut, Telkom terus menempatkan penguatan infrastruktur digital sebagai salah satu fondasi utama pertumbuhan sekaligus memastikan alokasi modal tetap berorientasi pada bisnis yang memberikan kontribusi terhadap kinerja perseroan dan kebutuhan transformasi digital nasional.










































