PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) kembali memperoleh kontrak baru untuk mengerjakan proyek pembangunan fasilitas kesehatan. Kali ini, perusahaan konstruksi pelat merah tersebut dipercaya membangun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cendrawasih Dobo di Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku, dengan nilai kontrak sebesar Rp217,97 miliar.

Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, menjelaskan bahwa pembangunan rumah sakit tersebut ditargetkan rampung dalam waktu sekitar 10 bulan. Proyek akan dimulai pada Maret 2026 dan dijadwalkan selesai pada akhir Desember 2026.
Menurut Ermy, keterlibatan Waskita Karya dalam proyek ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk berkontribusi dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya melalui penyediaan infrastruktur kesehatan yang memadai. Ia menilai keberadaan fasilitas kesehatan yang lebih lengkap akan membantu masyarakat di Kabupaten Kepulauan Aru, terutama di Kecamatan Pulau-Pulau Aru, memperoleh layanan medis tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke daerah lain.
Ia menjelaskan bahwa RSUD Cendrawasih Dobo sebelumnya telah beroperasi, namun kapasitas dan fasilitas yang tersedia masih terbatas. Oleh karena itu, pembangunan gedung baru dilakukan untuk meningkatkan kapasitas pelayanan rumah sakit tersebut.
Dalam proyek ini, Waskita Karya akan membangun gedung rumah sakit baru dengan luas sekitar 8.438 meter persegi di atas lahan seluas 36.185 meter persegi. Bangunan tersebut akan ditempatkan di bagian depan kawasan rumah sakit sehingga dapat diakses langsung dari jalan utama.
Penempatan gedung di area depan kawasan rumah sakit, lanjut Ermy, bertujuan untuk memastikan aksesibilitas yang lebih optimal, terutama bagi pasien rawat jalan dan layanan gawat darurat. Dengan posisi tersebut, ambulans maupun pengunjung dapat lebih mudah mencapai fasilitas medis tanpa harus memasuki area rumah sakit yang lebih dalam.
Dari sisi desain, Waskita Karya mengusung konsep healing environment atau lingkungan terapeutik yang dirancang untuk mendukung proses pemulihan pasien. Konsep ini diharapkan dapat meningkatkan pengalaman pasien dan keluarga selama menjalani perawatan di rumah sakit.
Dalam penerapannya, perusahaan menggunakan material finishing interior dan furnitur dengan warna pastel untuk menciptakan suasana ruang yang alami, hangat, dan menenangkan. Selain itu, penggunaan material nontekstur dan antibakteri juga dipilih untuk memastikan interior rumah sakit lebih mudah dibersihkan dan tetap higienis.
Sementara itu, Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan, Azhar Jaya, menilai pembangunan RSUD Cendrawasih Dobo merupakan wujud kehadiran negara dalam memastikan pemerataan layanan kesehatan hingga ke daerah terpencil.
Menurutnya, kehadiran rumah sakit dengan fasilitas yang memadai akan mampu mengurangi kebutuhan rujukan pasien ke rumah sakit di daerah lain. Ia memperkirakan sekitar 60% hingga 70% kasus kesehatan dapat ditangani langsung di rumah sakit tersebut setelah fasilitasnya tersedia secara lengkap.
Azhar menambahkan bahwa pembangunan RSUD Cendrawasih Dobo merupakan bagian dari Program Percepatan Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau Quick Win yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Program ini menargetkan peningkatan kapasitas 66 rumah sakit di berbagai daerah dari kelas D menjadi kelas C.
Azhar juga menyebut bahwa pada tahun sebelumnya pemerintah telah membangun 22 rumah sakit sebagai bagian dari program tersebut. Dalam waktu relatif singkat, pembangunan fasilitas kesehatan tersebut telah menunjukkan hasil nyata dengan berdirinya sejumlah rumah sakit baru yang siap melayani masyarakat.

















































