Perusahaan teknologi energi global SLB dan Star Energy Geothermal, anak usaha PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) resmi menandatangani sejumlah perjanjian dan kerangka kerja kolaborasi strategis untuk mendukung pengembangan proyek panas bumi serta penerapan teknologi masa depan, baik di Indonesia maupun di pasar internasional.
Kesepakatan ini mencakup desain dan perencanaan pengembangan lapangan pada proyek panas bumi Sekincau di Indonesia. Selain itu, kedua perusahaan menyepakati kerangka kolaborasi untuk mengidentifikasi, mengevaluasi dan merencanakan peluang panas bumi di masa mendatang, termasuk potensi pengembangan di kawasan Amerika Utara.
Kemudian dalam proyek pengembangan panas bumi Sekincau di Indonesia, SLB juga akan menyediakan layanan pengeboran terintegrasi penuh sebagai bagian dari tahap pengembangan.
Perjanjian tersebut menandai babak baru dalam hubungan SLB dan Star Energy Geothermal, yang sebelumnya telah terjalin melalui kolaborasi teknologi. Kini, kemitraan itu ditingkatkan ke level perencanaan dan pelaksanaan proyek secara menyeluruh dengan memanfaatkan teknologi, keahlian teknis, serta kapabilitas eksekusi global SLB untuk meningkatkan kinerja sepanjang siklus hidup proyek panas bumi.
Presiden Direktur Barito Renewables Energy sekaligus Group CEO Star Energy Geothermal, Hendra Tan, menjelaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk membentuk masa depan energi panas bumi secara global.
Hendra menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah konkret untuk mengubah potensi tersebut menjadi dampak nyata sekaligus membangun keahlian yang berakar di Indonesia dan dapat diperluas ke tingkat internasional.
Dengan menggabungkan kapabilitas operasional Star Energy Geothermal yang telah teruji di dalam negeri dan kekuatan global SLB di bidang subsurface serta eksekusi proyek, perusahaan memposisikan energi panas bumi bukan hanya sebagai pilar transisi energi Indonesia, tetapi juga sebagai solusi global dalam mempercepat penurunan emisi, meningkatkan ketahanan energi, dan menciptakan nilai berkelanjutan lintas kawasan.
Secara rinci, kerja sama ini mencakup tiga poin utama. Pertama, penguatan fase perencanaan dan pelaksanaan proyek panas bumi Sekincau di Indonesia sebagai tonggak baru kolaborasi di kawasan Asia.
Kedua, penerapan keahlian subsurface, perencanaan terintegrasi, serta layanan pengeboran sumur oleh SLB untuk mendukung pengembangan proyek. Ketiga, pembentukan kerangka kerja strategis guna mengevaluasi peluang panas bumi di masa depan, termasuk ekspansi ke Amerika Utara.
Melalui kolaborasi ini, kedua perusahaan mempertegas komitmen untuk mempercepat pengembangan energi terbarukan berbasis panas bumi, sekaligus memperluas peran Indonesia dalam peta industri energi bersih global.
















































