PT Trans Power Marine Tbk. (TPMA) memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp146,85 miliar atau setara dengan Rp42 per saham dari laba tahun buku 2025.
Keputusan pembagian dividen ini telah mendapat persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada hari ini tepatnya Selasa, 19 Mei 2026.
Adapun jumlah dividen yang dibagikan tersebut mencerminkan rasio pembayaran dividen (payout ratio) sebesar 47,5% dari laba bersih perseroan sepanjang 2025.
Dalam rapat tersebut, Direktur TPMA Rudy Sutiono menjelaskan bahwa di sepanjang tahun lalu, perseroan berhasil membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$17,86 juta di tengah tekanan industri pelayaran dan komoditas global.
Rudy mengakui tahun 2025 menjadi periode yang penuh akan tantangan bagi industri. Ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China masih membayangi perekonomian global dan memberikan tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi dunia.
Perlambatan di berbagai sektor industri turut memengaruhi keseimbangan suplai dan permintaan sejumlah komoditas, termasuk batu bara yang menjadi muatan utama dengan kontribusi dominan mencapai 94,3% dari total volume angkutan armada perseroan di sepanjang tahun 2025.
Meski menghadapi tantangan global, Rudy menilai batu bara domestik masih memegang peranan penting dalam memenuhi kebutuhan pembangkit listrik di dalam negeri maupun di sejumlah negara Asia.
Sebagai langkah anstipasi terhadap penurunan produksi batu bara nasional dan melemahnya harga batu bara acuan (HBA), perseroan melakukan penyesuaian tarif angkutan untuk menjaga keberlangsungan industri secara keseluruhan.
Hingga akhirnya, Kebijakan tersebut turut memengaruhi profitabilitas perusahaan dengan laba kotor TPMA tercatat sebesar US$32,4 juta atau turun sebesar 24% dibandingkan capaian di tahun 2024.



















































