PT Diastika Biotekindo Tbk. (CHEK) mulai memperluas fokus bisnisnya ke sektor diagnostik penyakit zoonotik dengan menjajaki kerja sama strategis bersama sejumlah perusahaan alat kesehatan global.
Langkah ini dilakukan untuk menghadirkan produk deteksi Hantavirus di Indonesia di tengah meningkatnya kewaspadaan internasional terhadap potensi penyebaran virus tersebut.
Direktur Utama CHEK, F.X. Yoshua R, mengungkapkan bahwa perseroan saat ini tengah melakukan pembicaraan intensif dengan sejumlah merek dan produsen alat kesehatan dunia guna mendatangkan perangkat pemeriksaan Hantavirus ke pasar domestik.
Upaya tersebut muncul seiring meningkatnya perhatian global terhadap Hantavirus setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyampaikan adanya indikasi infeksi virus tersebut di sebuah kapal pesiar yang diduga memiliki potensi penularan antarmanusia.
Di Indonesia, pemerintah juga mulai memperketat langkah antisipasi. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebelumnya menyatakan bahwa sistem surveilans dan panduan skrining terus diperkuat guna mencegah potensi penyebaran virus.
Merespons perkembangan tersebut, CHEK menyiapkan sejumlah platform diagnostik untuk mendukung kebutuhan deteksi dini. Teknologi yang dipersiapkan mencakup pemeriksaan molecular dan polymerase chain reaction (PCR) untuk mendeteksi material genetik virus, genomic sequencing guna memantau mutasi atau pergeseran strain virus, hingga sistem immunoassay dan serologi.
Perseroan menilai diversifikasi produk ke sektor penyakit zoonotik menjadi langkah strategis di tengah meningkatnya ancaman penyakit menular baru. Menurut manajemen, karakteristik Hantavirus yang dapat bermutasi dengan cepat dan memicu komplikasi sistemik membuat kebutuhan terhadap teknologi diagnostik modern semakin penting.
CHEK juga melihat peluang pertumbuhan pasar alat kesehatan berbasis molekuler dan genomik akan terus meningkat, sejalan dengan tren penguatan sistem deteksi dini penyakit menular di berbagai negara.
Dengan menjalin kolaborasi bersama mitra global, perseroan berharap dapat memperkuat kapasitas diagnostik nasional sekaligus mendukung kesiapsiagaan sektor kesehatan Indonesia dalam menghadapi potensi ancaman penyakit emerging di masa depan.













































