PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) memulai tahun 2026 dengan capaian kontrak baru sebesar Rp919,9 miliar pada kuartal I. Perolehan tersebut mencerminkan upaya perseroan dalam memperluas pasar sekaligus memperkuat posisi bisnis di luar ekosistem induk usaha.
Sebagian besar kontrak baru berasal dari sektor swasta dengan kontribusi mencapai 53,61%. Sementara itu, proyek hasil kemitraan strategis melalui skema kerja sama operasi atau joint operation (KSO/JO) menyumbang 34%, diikuti proyek BUMN sebesar 11,23%, serta kontribusi dari WIKA sebesar 1,16%.
Sekretaris Perusahaan WIKA Beton, Ignatius Harry menilai dominasi proyek swasta menunjukkan semakin kuatnya kemandirian bisnis perseroan. Menurutnya, capaian tersebut menjadi indikator bahwa WIKA Beton mampu memperluas pasar secara lebih independen di tengah dinamika industri konstruksi nasional.
Dari sisi sektor, proyek infrastruktur masih menjadi penopang utama dengan kontribusi sebesar 58,72% terhadap total kontrak baru. Adapun sektor industri menyumbang 17,49%, properti 12,17%, pertambangan 5,77%, kelistrikan 4,89%, dan energi sebesar 0,96%.
Di tengah capaian kontrak baru tersebut, WTON membukukan pendapatan usaha sebesar Rp677,03 miliar pada kuartal I/2026. Angka ini mengalami penurunan 22,32% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pendapatan perseroan ditopang oleh diversifikasi lini bisnis, dengan segmen produk putar menjadi kontributor terbesar sebesar 48,36%. Selanjutnya, segmen produk non-putar berkontribusi 32,84%, konstruksi 15,85%, dan jasa sebesar 2,95%.
Perseroan juga mencatat laba bersih sebesar Rp1,5 miliar sepanjang Januari hingga Maret 2026, atau turun tipis 5,55% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dengan capaian tersebut, laba per saham dasar tercatat Rp0,17 per akhir Maret 2026, sedikit lebih rendah dibandingkan Rp0,18 pada kuartal I/2025.
Manajemen menegaskan bahwa strategi perusahaan pada awal tahun ini tidak hanya berfokus pada pertumbuhan pendapatan, tetapi juga menjaga kualitas profitabilitas dan kesehatan arus kas. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan bisnis di tengah tantangan industri konstruksi dan persaingan proyek yang semakin ketat.
Dengan komposisi kontrak yang semakin beragam serta dominasi proyek swasta yang terus meningkat, WIKA Beton optimistis dapat memperkuat daya saing dan menjaga stabilitas kinerja sepanjang tahun 2026.










































