PT Indosat Tbk. (ISAT) memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp3,6 triliun atau setara Rp111 per saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Selasa, 5 Mei 2026.
Keputusan pembagian dividen ini menjadi cerminan kinerja keuangan perseroan yang tetap tumbuh di tengah dinamika industri telekomunikasi.
Dividen tersebut dijadwalkan akan dibayarkan paling lambat 30 hari setelah pengumuman resmi risalah rapat. Pembagian ini didasarkan pada capaian laba bersih Indosat sepanjang tahun buku 2025 yang mencapai Rp5,51 triliun, atau meningkat 12,2% secara tahunan.
Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menilai keputusan pembagian dividen mencerminkan konsistensi kinerja serta komitmen perusahaan dalam memberikan nilai tambah kepada pemegang saham.
Vikram menyampaikan bahwa pertumbuhan laba yang dicapai menjadi landasan kuat bagi perseroan untuk menetapkan distribusi dividen dalam jumlah signifikan.
Sejalan dengan itu, perseroan juga mencatat laba ditahan sebesar Rp1,93 triliun yang akan dialokasikan untuk mendukung ekspansi bisnis, pengembangan inovasi, serta menjaga pertumbuhan jangka panjang.
Manajemen Indoesat menilai saham Perseroan tetap menarik bagi investor, termasuk kalangan ritel. Imbal hasil dividen yang berada di kisaran 5% hingga 5,5%, dikombinasikan dengan prospek pertumbuhan perusahaan, disebut menjadi daya tarik tersendiri.
Perseroan juga melihat peluang peningkatan partisipasi investor, khususnya generasi muda, seiring pengembangan berbagai inisiatif baru seperti pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Indosat menegaskan komitmennya untuk menjaga kebijakan dividen dengan rasio pembayaran hingga 70%. Pada tahun ini, rasio tersebut terealisasi sekitar 65%, dengan peluang peningkatan seiring pertumbuhan kinerja perusahaan ke depan.
Selain penetapan dividen, RUPST juga menyetujui perubahan susunan kepengurusan dengan mengangkat sejumlah nama di antaranya Reski Damayanti, Apoorva Mehrotra, dan Honesti Basyir sebagai anggota direksi, serta menetapkan Seppalga Ahmad sebagai komisaris.
Dengan adanya perombakan tersebut, maka berikut susunan Dewan Komisaris dan Direksi PT Indosat Tbk. (ISAT) yang terbaru :
Dewan Komisaris
- Nezar Patria sebagai Komisaris Utama
- Fok Kin Ning, Canning sebagai Wakil Komisaris Utama
- Aziz Ahmad M Aluthman Fakhroo sebagai Wakil Komisaris Utama
- Cheung Kwan Hoi sebagai Komisaris Woo Chiu Man,
- Cliff sebagai Komisaris
- Ahmad Abdulaziz A A Al-Neama sebagai Komisaris
- Sugito Walujo (Patrick Walujo) sebagai Komisaris
- Rene Heinz Werner sebagai Komisaris Efthymios Tsokanis sebagai Komisaris
- Seppalga Ahmad sebagai Komisaris
- Ajay Bahri sebagai Komisaris Independen
- Wijayanto Samirin sebagai Komisaris Independen
- Elisa Lumbantoruan sebagai Komisaris Independen
- Rudiantara sebagai Komisaris Independen
- Sidharta Prawira Oetama sebagai Komisaris Independen
Dewan Direksi
- Vikram Sinha sebagai Direktur Utama
- Lee Chi Hung (Nicky Lee) sebagai Direktur
- Muhammad Buldansyah sebagai Direktur
- Irsyad Sahroni sebagai Direktur
- Cheung Kwok Tung (Desmond Cheung) sebagai Direktur
- Syed Bilal Kazmi sebagai Direktur
- Reski Damayanti sebagai Direktur
- Apoorva Mehrotra sebagai Direktur
- Honesti Basyir sebagai Direktur
Perubahan kepengurusan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas perusahaan dalam mengeksekusi strategi bisnis secara lebih adaptif dan disiplin.
Dengan pencapaian kinerja keuangan yang solid, kebijakan dividen yang atraktif, serta penguatan struktur manajemen, Indosat menegaskan posisinya untuk terus bertumbuh di tengah persaingan industri telekomunikasi yang semakin dinamis.








































