PT Kencana Energi Lestari Tbk. (KEEN) semakin memperkuat langkah ekspansinya di sektor energi baru terbarukan setelah ditetapkan sebagai pemenang tender pengadaan listrik Independent Power Producer (IPP) untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Pakkat 2 milik PT PLN (Persero) yang berlokasi di Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan, Provinsi Sumatra Utara.
Penunjukan KEEN sebagai pemenang tender atau pengembang proyek ini tertuang dalam Letter of Intent (LOI) yang diterbitkan PLN pada 11 Mei 2026.
Direktur Keuangan Kencana Energi Lestari, Giat Widjaja menyebut bahwa proyek PLTA Pakkat dengan kapasitas sebesar 45 megawatt (MW) tersebut akan menjadi proyek pembangkit tenaga air terbesar yang dimiliki perseroan hingga saat ini.
Dengan tambahan proyek tersebut, kapasitas terpasang pembangkit KEEN diproyeksikan meningkat signifikan dari 69 MW menjadi 114 MW setelah proyek beroperasi secara komersial.
Keberhasilan memenangkan tender ini dinilai menjadi tonggak penting bagi perseroan dalam memperluas portofolio energi hijau nasional.
Manajemen menilai proyek tersebut juga sejalan dengan strategi jangka panjang perusahaan untuk memperbesar kontribusi terhadap pengembangan energi bersih sekaligus mendukung agenda transisi energi pemerintah.
PLTA Pakkat 2 diperkirakan membutuhkan investasi sekitar US$116 juta atau setara Rp1,97 triliun dengan asumsi kurs Rp17.000 per dolar AS. Adapun untuk pembangunan ditargetkan berlangsung selama kurang lebih empat tahun.
Namun sebelum memasuki tahap konstruksi, Perseroan saat ini masih menunggu proses penandatanganan Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) atau Power Purchase Agreement (PPA) dengan PLN.
Manajemen optimis proyek baru tersebut akan memperkuat posisi KEEN sebagai salah satu pengembang energi baru terbarukan nasional yang aktif memperluas kapasitas pembangkit hijau, khususnya di sektor tenaga air yang menjadi fokus utama pengembangan usaha perusahaan.
Selain mendukung pertumbuhan bisnis perseroan, proyek PLTA Pakkat 2 juga sejalan dengan upaya Indonesia mencapai target net zero emission serta meningkatkan porsi pemanfaatan energi bersih dalam bauran energi nasional pada masa yang akan datang.














































