Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Federal International Finance (FIF) untuk Tahun Buku 2025 yang diselenggarakan pada Kamis (12/3/2026) menyetujui perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan.
Berdasarkan keterangan resmi perusahaan, pemegang saham menetapkan Siswadi sebagai Presiden Komisaris menggantikan Andy. Sebelumnya, Siswadi menjabat sebagai Presiden Direktur FIF setelah diangkat melalui RUPST pada 19 April 2024.
Sebagai pengganti Siswadi di jajaran manajemen eksekutif, pemegang saham menunjuk Indra Gunawan untuk menjabat sebagai Presiden Direktur PT Federal International Finance (FIF). Selain itu, RUPST juga menyetujui pengangkatan Santi sebagai Direktur yang menggantikan Chai Wei Li.
Perubahan lain di jajaran direksi dilakukan dengan menunjuk Julius Julianto Kusdinar sebagai Direktur baru menggantikan posisi Indra Gunawan yang kini dipromosikan menjadi Presiden Direktur.
Menanggapi penunjukan tersebut, Indra Gunawan menyampaikan bahwa perseroan tetap optimistis terhadap prospek pertumbuhan bisnis ke depan. Ia menegaskan komitmen perusahaan untuk terus memberikan layanan terbaik kepada masyarakat sekaligus menjalankan misi perusahaan dalam menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat Indonesia.
Adapun susunan Dewan Komisaris dan Direksi FIF setelah RUPST 12 Maret 2026 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
- Presiden Komisaris: Siswadi
- Komisaris: Thomas Junaidi Alim Wijaya
- Komisaris Independen: Margono Tanuwijaya
- Komisaris Independen: R. Nunu Soetjahja Noegroho
Dewan Direksi
- Presiden Direktur: Indra Gunawan
- Direktur: Setia Budi
- Direktur: Sri Harjati
- Direktur: Daniel Hartono
- Direktur: Julius Julianto Kusdinar
- Direktur: Santi
Selain menyetujui perubahan susunan pengurus, RUPST juga mengesahkan Laporan Tahunan Perseroan untuk Tahun Buku 2025, termasuk laporan tugas pengawasan Dewan Komisaris serta laporan keuangan perusahaan.
Dari sisi kinerja, FIF mencatatkan pertumbuhan laba bersih sepanjang 2025. Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp4,63 triliun atau meningkat 4,92% secara tahunan dibandingkan capaian pada 2024 yang sebesar Rp4,42 triliun.
Pertumbuhan laba tersebut didukung oleh peningkatan penyaluran pembiayaan yang mencapai Rp49,45 triliun pada 2025. Nilai tersebut naik 7,64% secara tahunan dibandingkan penyaluran pembiayaan pada 2024 yang tercatat sebesar Rp45,94 triliun.
Sementara itu, kualitas pembiayaan perusahaan tetap terjaga dengan rasio non-performing finance (NPF) berada pada level 0,20%. Angka tersebut jauh di bawah ambang batas yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sehingga menempatkan FIF dalam kategori perusahaan pembiayaan dengan tingkat kesehatan yang sangat baik.




















































