Kinerja impresif ditorehkan emiten gas industri PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) pada awal 2026. Perusahaan mencatat lonjakan laba bersih signifikan pada kuartal I/2026. Hal ini menandai hasil konkret dari strategi operasional yang dijalankan secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir.
Berdasarkan data yang dihimpun, AGII membukukan laba bersih sebesar Rp35,2 miliar, meningkat 351,28% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp7,8 miliar. Pertumbuhan ini mencerminkan penguatan fundamental bisnis di tengah dinamika sektor industri dan kesehatan.
Presiden Direktur sekaligus Chief Executive Officer Samator Indo Gas, Rachmat Harsono, menjelaskan bahwa capaian tersebut merupakan buah dari penguatan model operasional yang telah dibangun perusahaan. Ia menilai, pertumbuhan yang terjadi tidak hanya merata di berbagai wilayah dan segmen, tetapi juga mulai memberikan dampak nyata terhadap profitabilitas dan arus kas perusahaan.
Ia mengungkapkan bahwa leverage operasional mulai mampu mengonversi pertumbuhan pendapatan menjadi peningkatan laba yang signifikan. Momentum ini dipandang sebagai fondasi kuat untuk menjaga tren kinerja positif ke depan.
Dari sisi top line, pendapatan AGII tumbuh 7,9% secara tahunan menjadi Rp762,1 miliar. Sementara itu, beban pokok penjualan hanya meningkat 4,3%, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pendapatan. Kondisi ini didorong oleh peningkatan efisiensi energi serta optimalisasi utilisasi fasilitas produksi.
Sejalan dengan itu, laba kotor—tidak termasuk depresiasi dan amortisasi—tercatat naik 10,9% menjadi Rp430,6 miliar. Margin laba kotor juga mengalami perbaikan menjadi 56,5%, dibandingkan 55% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kinerja positif ini dinilai mencerminkan ketahanan model bisnis perusahaan, sekaligus kekuatan hubungan komersial di berbagai segmen, termasuk industri dan layanan kesehatan. Permintaan yang stabil pada kedua sektor tersebut turut menjadi pendorong utama pertumbuhan.
Di sisi lain, disiplin dalam pengendalian biaya juga menjadi faktor penting. Beban distribusi tercatat tumbuh di bawah laju pendapatan, sementara beban penjualan, umum, dan administrasi justru menurun 1,4% dibandingkan tahun sebelumnya.
Kombinasi antara pertumbuhan pendapatan, ekspansi margin, dan efisiensi biaya tersebut mendorong peningkatan signifikan pada tingkat profitabilitas perusahaan.
Dengan fondasi kinerja yang kuat pada awal tahun, AGII menyatakan optimisme untuk mempertahankan tren positif sepanjang 2026. Perusahaan akan terus berfokus pada efisiensi operasional, penguatan kapabilitas bisnis, serta investasi selektif guna menangkap peluang pertumbuhan di sektor industri dan kesehatan.











































