PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mencatatkan kinerja yang cukup baik di sepanjang tahun buku 2025. Di satu sisi, perseroan menghadapi tekanan pada pendapatan, namun di sisi lain berhasil membukukan lonjakan laba bersih berkat efisiensi biaya dan perbaikan kinerja operasional.
Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis, pendapatan Gudang Garam turun sebesar 9,41% secara tahunan menjadi Rp89,37 triliun pada 2025, dari Rp98,66 triliun pada tahun sebelumnya. Penurunan ini turut menekan laba bruto yang tercatat sebesar Rp8,98 triliun, sedikit lebih rendah dibandingkan Rp9,38 triliun pada 2024.
Meski demikian, perseroan mampu menjaga efisiensi biaya secara signifikan. Biaya pokok pendapatan berhasil ditekan menjadi Rp80,39 triliun, turun dari Rp89,28 triliun. Selain itu, beban usaha juga menyusut cukup dalam dari Rp7,69 triliun menjadi Rp6,63 triliun.
Perbaikan ini mendorong peningkatan laba usaha yang melonjak 48,77% secara tahunan menjadi Rp2,83 triliun pada 2025, dibandingkan Rp1,90 triliun pada tahun sebelumnya. Kinerja tersebut turut ditopang oleh kenaikan pendapatan lain-lain menjadi Rp467,85 miliar serta pencatatan laba selisih kurs bersih sebesar Rp11,82 miliar.
Dari sisi non-operasional, tekanan beban bunga juga mereda. Gudang Garam mencatat penurunan beban bunga secara signifikan menjadi Rp278,21 miliar, dari Rp502,91 miliar pada 2024. Hal ini turut mengerek laba sebelum pajak menjadi Rp2,55 triliun, meningkat dari Rp1,40 triliun pada tahun sebelumnya.
Setelah memperhitungkan beban pajak penghasilan sebesar Rp993,96 miliar, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp1,56 triliun pada 2025, melonjak sekitar 58,9% dibandingkan Rp980,8 miliar pada 2024. Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat pada level yang sama, mencerminkan pertumbuhan signifikan secara tahunan.
Sejalan dengan peningkatan laba, laba per saham dasar dan dilusian turut naik menjadi Rp809 per saham dari Rp510 per saham pada tahun sebelumnya.
Dari sisi neraca, total aset perseroan tercatat sebesar Rp75,25 triliun, menurun dari Rp84,93 triliun pada 2024. Penurunan ini diikuti oleh berkurangnya liabilitas menjadi Rp12,68 triliun dari sebelumnya Rp23,02 triliun. Sementara itu, ekuitas meningkat tipis menjadi Rp62,57 triliun.
Adapun posisi kas dan setara kas pada akhir tahun tercatat sebesar Rp3,35 triliun, relatif stabil dibandingkan Rp3,33 triliun pada periode sebelumnya.
Kinerja ini menunjukkan kemampuan Gudang Garam dalam menjaga profitabilitas di tengah tekanan pendapatan, sekaligus menegaskan efektivitas strategi efisiensi yang dijalankan perseroan.

















































