PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL) resmi membentuk perusahaan patungan bersama Pan Asia Indonesia Limited yang berbasis di Hong Kong sebagai bagian dari strategi ekspansi bisnis.
Entitas baru tersebut diberi nama PT Mega Cahaya Indonesia dan akan berfokus pada perdagangan besar serta penyediaan produk dan dukungan teknis di bidang LED display, videotron, dan smartboard di pasar Indonesia.
Berdasarkan keterbukaan informasi tertanggal 7 April 2026, total nilai investasi dalam pembentukan perusahaan patungan ini mencapai Rp10,1 miliar. ERAL bertindak sebagai pemegang saham mayoritas dengan porsi 70% atau setara Rp7,07 miliar, sementara Pan Asia Indonesia Limited menguasai 30% saham senilai Rp3,03 miliar.
Manajemen menjelaskan bahwa seluruh pendanaan untuk investasi tersebut berasal dari kas internal masing-masing pihak.
Corporate Secretary ERAL, Badar Teguh Mancik Alam, menyampaikan bahwa langkah ini diharapkan dapat memperluas lini bisnis perseroan melalui entitas anak usaha yang baru.
Pembentukan perusahaan patungan ini menjadi bagian dari upaya ERAL dalam memperkuat portofolio bisnis berbasis teknologi, sekaligus menangkap peluang pertumbuhan di sektor perangkat display digital yang terus berkembang.
Di sisi lain, ERAL juga mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun buku 2025. Perseroan membukukan penjualan bersih sebesar Rp6,49 triliun, meningkat 34,1% secara tahunan dibandingkan capaian tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh penguatan fondasi bisnis melalui disiplin operasional, ekspansi portofolio merek global, serta peningkatan relevansi produk yang selaras dengan tren gaya hidup konsumen di Indonesia. CEO Erajaya Active Lifestyle, Djohan Sutanto, menilai capaian tersebut merupakan hasil dari strategi perusahaan dalam memperluas kategori produk dan menjaga kualitas pertumbuhan melalui eksekusi operasional yang konsisten.
Seiring dengan itu, ERAL juga terus mengembangkan struktur bisnis yang lebih terdiversifikasi melalui tiga pilar utama, yakni Smart, Active, dan Lifestyle, sebagai bagian dari transformasi menuju portofolio usaha yang lebih adaptif terhadap dinamika pasar.


















































