PT PP (Persero) Tbk. (PTPP) resmi merombak jajaran pengurus perusahaan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar di Kantor Pusat PTPP, Jakarta pada Selasa, 19 Mei 2026.
Dalam rapat tahunan tersebut, para pemegang saham PTPP menyetujui perombakan di jajaran dewan komisaris dengan mengangkat 4 komisaris baru di antaranya Ernadhi Sudarmanto dan Hedy Rahadian sebagai Komisaris. Kemudian Istiono, Jaya Kesuma, Pundjung Setya Brata sebagai Komisaris Independen.
Dengan adanya perombakan tersebut, maka berikut ini susunan Dewan Komisaris dan Direksi PT PP (Persero) Tbk. (PTPP) yang terbaru :
Dewan Komisaris
- Komisaris Utama / Komisaris Independen : Dhony Rahajoe
- Komisaris : Setya Nugraha
- Komisaris : Aisyah Zakiyyah
- Komisaris : Giri Suprapdiono
- Komisaris Independen : Tjia Marwan
- Komisaris Independen : Ain Rika Armina
Dewan Direksi
- Direktur Utama : Novel Arsyad
- Direktur Keuangan : Faizal Rahmad
- Direktur Manajemen Risiko & Legal : Tommy Wiranata A
- Direktur Strategi Korporasi dan HCM : I Gede Upeksa Negara
- Direktur Operasi Bidang Infrastruktur : Yul Ari Pramuraharjo
- Direktur Operasi Bidang Gedung : Yuyus Juarsa
Manajemen PTPP menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran pengurus sebelumnya atas dedikasi serta kontribusi yang telah diberikan dalam mendukung transformasi dan pengembangan bisnis Perseroan selama masa jabatan.
Selain menyetujui perubahan susunan pengurus, RUPS ini juga membahas agenda lainnya seperti pengesahan laporan keuangan, penunjukan akuntan publik, perubahan anggaran dasar perseroan, hingga pendelegasian kewenangan terkait rencana jangka panjang perusahaan.
Sebagai informasi tambahan, PTPP berhasil mencatatkan perolehan nilai kontrak baru sebesar Rp24,95 triliun di sepanjang tahun 2025.
Berdasarkan sumber pendanaan, komposisi perolehan kontrak baru tersebut terdiri atas proyek pemerintah sebesar 45 persen, Proyek BUMN sebesar 35 persen, dan Proyek Swasta sebesar 20 persen.
Kemudian jika beradasarkan dari sektor usaha, kontribusi terbesar berasal dari sektor gedung sebesar 35 persen, jalan dan jembatan 16 persen, pertambangan 12 persen, power plant 11 persen, pelabuhan 10 persen, irigasi 6 persen, bendungan 4 persen, minyak dan gas 3 persen, industri 2 persen, serta bandara 1 persen.
Adapun beberapa proyek dengan kontribusi terbesar terhadap perolehan kontrak baru tersebut diantaranya proyek PLTGU Batam, New Priok East Access Phase II, Itacha 2 – Provision of Procurement & Construction for Haul Road, Tol Kataraja Phase 2, Fuel Pipeline Cikampek – Plumpang, Gedung DPD IKN, dan Proyek Konstruksi Bendungan Karian – Serpong Water Conveyance System (KSCS) Paket 1.
Perwakilan BP BUMN dalam RUPS Tahunan ini memberikan apresiasi terhadap kinerja Perseroan selama Tahun Buku 2025.
Apresiasi tersebut terutama diberikan berkat keberhasilan perusahaan yang telah menjaga arus kas operasi (operating cash flow) tetap positif dan menurunkan liabilitas Perseroan secara berkelanjutan.
Pencapaian tersebut dinilai menjadi cerminan keberhasilan Perseroan dalam memperkuat fundamental bisnis dan menerapkan pengelolaan keuangan yang prudent di tengah dinamika industri konstruksi nasional.

















































