PT Niramas Utama Tbk atau yang dikenal dengan merk dagang Inaco, perusahaan yang bergerak di bidang industri manufaktur makanan dan minuman ini berencana akan menggelar masa penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) pada 1 – 3 Juli 2026.
Berdasarkan pantauan Infobei.com melalui laman E-IPO pada 15 Juni 2026, calon emiten berkode saham JELI ini terlihat mulai memantapkan rencananya tersebut dengan menggelar masa penawaran awal atau book building di kisaran harga Rp900 hingga Rp1.120 per saham yang berlangsung dari 15 Juni sampai dengan 22 Juni 2026 mendatang.
Dalam prospektus yang dirilis, JELI menawarkan sebanyak 350.000.000 (tiga ratus lima puluh juta) saham baru atau setara 25,93% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO dengan nilai nominal Rp100 per saham.
Dengan jumlah saham dan harga yang ditawarkan, JELI diperkirakan berpotensi meraup dana segar dari IPO sebesar Rp392 miliar.
Guna membantu perusahaan dalam proses IPO, JELI menunjuk PT Sucor Sekuritas Sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek Penawaran Umum Perdana (IPO/Initial Public Offering).
Rencananya seluruh dana IPO yang diperoleh perusahaan dari hasil penjualan saham yang ditawarkan melalui penawaran umum perdana saham ini :
– Sekitar 51,04% akan digunakan Perseroan untuk melakukan penyertaan modal kepada Perusahaan Anak, yaitu PT NPS, dalam bentuk ekuitas
– Sekitar 18,36% akan digunakan oleh Perseroan untuk belanja modal dalam rangka pembelian mesin yang terdiri namun tidak terbatas pada pembelian, pelunasan dan instalasi mesin produksi, peralatan dan perlengkapan, guna untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan gudang dan mempercepat proses logistik.
– Sekitar 10,63% akan digunakan oleh Perseroan untuk pembayaran sebagian pokok utang jangka pendek KMK 1 dan KMK 2 kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (“Mandiri”) yang mana per tanggal 31 Maret 2026 total pokok pinjaman adalah sebesar Rp94.000.000.000 (“Pinjaman Mandiri”).
– Sisanya sekitar 19,97% akan digunakan oleh Perseroan sebagai modal kerja antara lain meliputi namun tidak terbatas pada pembelian bahan baku, pembayaran biaya operasional, serta kegiatan pemasaran, guna mendukung peningkatan aktivitas operasional dan pertumbuhan usaha Perseroan.
Berikut perkiraan jadwal IPO PT Niramas Utama Tbk (JELI) :
– Masa penawaran awal : 15 – 22 Juni 2026
– Perkiraan tanggal efektif : 29 Juni 2026
– Perkiraan masa penawaran umum : 1 – 3 Juli 2026
– Perkiraan tanggal penjatahan : 3 Juli 2026
– Perkiraan distribusi saham secara elektronik : 6 Juli 2026
– Perkiraan tanggal pencatatan di Bursa Efek Indonesia : 7 Juli 2026
Profil Singkat PT Niramas Utama Tbk
PT Niramas Utama Tbk (JELI), yang dikenal luas melalui merek dagang INACO, terus memperkuat posisinya sebagai salah satu pelaku utama industri makanan dan minuman penutup berbasis kelapa dan serat alami di Indonesia.
Berdiri sejak 1990, perusahaan ini telah berkembang menjadi pionir sekaligus pemimpin pasar (market leader) di segmen dessert sehat dengan rekam jejak lebih dari tiga dekade.
Selama lebih dari 35 tahun beroperasi, INACO secara konsisten mempertahankan posisinya sebagai merek yang melekat di benak konsumen melalui penyediaan produk yang mengedepankan cita rasa, keamanan, dan nilai gizi. Portofolio produknya mencakup berbagai varian nata de coco, jeli mini, puding, hingga minuman siap saji inovatif seperti I’m Coco dan Jelly Drink.
Keunggulan perusahaan terletak pada pemanfaatan bahan baku alami berkualitas tinggi, termasuk santan kelapa murni yang diproses dengan standar keamanan pangan internasional.
Seluruh produk buatannya juga telah melalui tahapan pasteurisasi akhir untuk menjaga kualitas dan keamanan konsumsi, serta menggunakan bahan tambahan pangan yang sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Dari sisi operasional, PT Niramas Utama didukung fasilitas manufaktur berstandar global dan jaringan distribusi yang luas. Saat ini, perusahaan memiliki 251 titik distribusi di dalam negeri dan telah berhasil menembus berbagai pasar internasional strategis, antara lain Jepang, India, China, Thailand, Australia, Kanada, hingga Amerika Serikat.
Seiring meningkatnya tren gaya hidup sehat di tingkat global, perusahaan terus mendorong inovasi produk berbahan dasar alami. Pengembangan produk berbasis aloe vera dan konnyaku menjadi bagian dari strategi untuk menjawab kebutuhan konsumen modern, khususnya generasi Milenial dan Gen Z yang semakin memperhatikan aspek kesehatan dalam pola konsumsi mereka.
Tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis, perusahaan juga berupaya menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan melalui kemitraan dengan petani lokal sebagai pemasok utama bahan baku.
Berbekal berbagai penghargaan yang telah diraih, PT Niramas Utama terus meningkatkan kemampuan riset dan pengembangan produk melalui sistem Ideas Bank yang mendorong lahirnya inovasi baru.
Memasuki tahun 2026, perusahaan menargetkan perluasan pasar ke kawasan Afrika dan Eropa sebagai bagian dari strategi ekspansi global guna memperkuat pertumbuhan bisnis yang tangguh dan berkelanjutan di masa mendatang.














































