PT Cisarua Mountain Dairy Tbk. (CMRY) berhasil mempertahankan momentum pertumbuhan sepanjang semester I/2026.
Produsen makanan dan minuman tersebut mencatatkan peningkatan pendapatan sekaligus laba bersih di tengah persaingan industri yang semakin ketat.
Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis perseroan, CMRY membukukan laba bersih sebesar Rp1,2 triliun pada semester I/2026. Angka tersebut meningkat sebesar 17,88% secara tahunan atau year on year (yoy) jika dibandingkan capaian laba bersih pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp993,87 miliar.
Sejalan dengan pertumbuhan laba bersih, laba per saham dasar perseroan juga mengalami penguatan dari Rp125,24 per saham menjadi Rp147,65 per saham.
Kemudian pertumbuhan yang lebih tinggi tercatat pada sisi pendapatan. Hingga akhir Juni 2026, CMRY mengantongi pendapatan sebesar Rp6,50 triliun, atau tumbuh 25,49% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Corporate Secretary Cimory Dinar Primasari menjelaskan bahwa pertumbuhan kinerja CMRY pada semester I/2026 ditopang oleh performa positif dari kedua segmen bisnis utama perseroan, yakni Dairy dan Consumer Foods.
Segmen Dairy menjadi penopang pertumbuhan dengan peningkatan pendapatan sebesar 54% secara tahunan. Sementara itu, segmen Consumer Foods mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 10% dibandingkan semester I/2025.
Kinerja tersebut tidak terlepas dari strategi perseroan dalam memperkuat portofolio produk sekaligus memperluas jaringan distribusi, termasuk dengan meningkatkan penetrasi pasar ekspor.
Sepanjang 2026, CMRY telah meluncurkan sejumlah produk baru, di antaranya Kanzler Singles Sosis Tom Yum, Kanzler Singles Sosis Keju Lumer, Kanzler Nyaos Gochujang, Eatmilk Matcha, serta Squeeze Bites Kurma.
Perseroan juga memperluas pasar ekspor produk Dairy ke sejumlah negara, seperti Filipina, Vietnam, Kamboja, Malaysia, Brunei Darussalam, Timor Leste, dan Maladewa.
Selain memperkuat distribusi, CMRY turut memperluas interaksi langsung dengan konsumen melalui pengembangan Cimory Yogurt Cafe. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk menambah titik temu dengan konsumen sekaligus memperkuat keterikatan terhadap merek.
Dari sisi profitabilitas, peningkatan laba CMRY ditopang oleh pertumbuhan penjualan yang sehat, pengelolaan biaya secara disiplin, serta peningkatan efisiensi operasional.
Memasuki paruh kedua 2026, perseroan masih melihat prospek bisnis secara positif. Permintaan terhadap produk makanan dan minuman bernutrisi dinilai masih memiliki ruang pertumbuhan, seiring dengan pengembangan produk, perluasan distribusi, serta upaya meningkatkan efisiensi operasional.
Meski demikian, CMRY tetap mewaspadai sejumlah faktor yang berpotensi memengaruhi kinerja, terutama fluktuasi harga bahan baku, pergerakan nilai tukar, daya beli masyarakat, dan dinamika ekonomi global.
Ke depan, perseroan akan mempertahankan fokus pada pertumbuhan jangka panjang dengan mengandalkan inovasi produk, perluasan jaringan distribusi, penguatan hubungan dengan konsumen, serta peningkatan efisiensi operasional. Strategi tersebut diharapkan dapat menjaga momentum pertumbuhan CMRY sekaligus memperkuat fondasi bisnis secara berkelanjutan.













































