Klaten, 30 September 2026 – PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) terus memacu penyelesaian pembangunan Gedung Onkologi Center RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) di Klaten, Jawa Tengah. Saat ini, progres konstruksi fisik proyek tersebut telah berjalan sangat baik dan sudah melewati angka 90%.
Proyek strategis dari Kementerian Kesehatan yang didanai melalui Financing Assistant dari Islamic Development Bank (IsDB) dengan nilai kontrak sebesar Rp310,53 miliar, fasilitas kelas wahid ini bersiap untuk segera beroperasi melayani masyarakat sebagai pusat penanganan kanker bertaraf nasional yang terpadu.
Direktur Utama WEGE, Mahendra Vijaya, menegaskan komitmen perusahaan terhadap peningkatan fasilitas kesehatan masyarakat. “Penyelesaian Gedung Onkologi RSST ini merupakan wujud nyata komitmen WEGE dalam mendukung penguatan infrastruktur kesehatan nasional. Kami berupaya keras menghadirkan bangunan berkualitas tinggi yang tepat mutu, sehingga masyarakat di Jawa Tengah dan sekitarnya dapat segera memanfaatkan fasilitas layanan penanganan kanker yang terpadu dan canggih ini,” ungkapnya.
Salah satu fasilitas unggulan yang menjadi sorotan utama dalam penyelesaian proyek ini adalah keberadaan bunker khusus radiasi yang dirancang untuk menunjang kebutuhan radioterapi, khususnya penggunaan perangkat mutakhir Linac (Linear Accelerator). Struktur bunker ini dibangun dengan standar keselamatan dan ketelitian tingkat tinggi agar mampu memberikan perlindungan maksimal bagi pasien, tenaga medis, maupun lingkungan sekitar dari paparan radioterapi.
Terkait kerumitan teknis pembangunan fasilitas tersebut, Manajer Proyek Gedung Onkologi RSST, Kamel Rafli, menjelaskan bahwa eksekusinya memerlukan presisi ekstra. “Pengecoran bunker radiasi ini membutuhkan presisi dan pengawasan yang sangat ketat. Kami menerapkan metode mass concrete dengan sistem zoning untuk menjaga tidak terjadinya retak termal yang dapat mengakibatkan beton dapat ditembus oleh radiasi. Selain itu, pengecoran ini mutlak menggunakan material beton berdensitas tinggi dengan standar minimum 2350 kg/m3 agar ruangan dipastikan seratus persen kedap radiasi,” jelas Kamel.
Dalam pembangunannya, WEGE mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui konsep green hospital dan healing environment. Desain interiornya menggunakan palet warna lembut yang terbukti mendukung 40% proses penyembuhan pasien. Komitmen keberlanjutan ini juga diwujudkan lewat optimalisasi pencahayaan dan sirkulasi udara alami, fasad Alumunium Composite Panel (ACP) tahan cuaca, serta integrasi ruang terbuka hijau (RTH) berupa green belt dan green roof di lantai lima dan atap untuk efisiensi energi sekaligus penyaring udara alami.
Berdiri di atas lahan seluas 6,28 hektar, gedung ini menyediakan layanan one stop service onkologi berkapasitas 169 tempat tidur. Zonasi medisnya ditata secara komprehensif: radioterapi di lantai dasar; poliklinik dan kemoterapi anak di lantai mezzanine dan lantai satu; radiologi dan kemoterapi di lantai dua; ICU dan ruang operasi di lantai tiga; laboratorium dan farmasi di lantai empat; serta instalasi rawat inap di lantai lima hingga tujuh.
Dengan progres yang hampir rampung, Gedung Onkologi RSST siap beroperasi menjadi pusat rujukan radioterapi dan penanganan kanker terdepan di wilayah Solo Raya, Jawa Tengah, dan DIY.














































