PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) mengalokasikan dana sekitar Rp58,18 miliar untuk kegiatan eksplorasi Tambang Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) di Konawe, Sulawesi Tenggara, sepanjang kuartal III-2026. Eksplorasi tersebut difokuskan pada pengeboran untuk memperkuat pemahaman mengenai sumber daya mineral dan mendukung perencanaan operasional tambang dalam jangka panjang.
Berdasarkan keterbukaan informasi perseroan, biaya eksplorasi tersebut setara dengan sekitar US$3,26 juta. Dana itu digunakan untuk kegiatan pengeboran guna mendefinisikan sumber daya mineral sepanjang umur tambang, termasuk pelaksanaan berbagai pengujian terkait.
Hingga akhir periode pelaporan, MBMA telah menyelesaikan 1.607 lubang pengeboran inti dengan total kedalaman mencapai 41.289 meter. Kegiatan tersebut didominasi oleh pengeboran infill, yakni pengeboran tambahan di antara titik-titik pengeboran yang telah ada untuk meningkatkan tingkat keyakinan terhadap estimasi sumber daya mineral.
Sekretaris Perusahaan MBMA, Teddy Nuryanto Oetomo, menjelaskan bahwa kegiatan eksplorasi regional masih berada pada tahap awal. Meskipun hasil sementara menunjukkan indikasi positif, diperlukan evaluasi lebih lanjut untuk menilai potensi kontribusi temuan tersebut terhadap cadangan mineral dan keberlanjutan operasional Tambang SCM.
Dengan demikian, hasil eksplorasi yang diperoleh saat ini belum dapat dipastikan akan menambah cadangan mineral yang dapat ditambang. Evaluasi lanjutan diperlukan untuk mengetahui kualitas dan potensi sumber daya serta menentukan implikasinya terhadap pengembangan tambang.
Tahapan eksplorasi tersebut menjadi bagian dari upaya perseroan memperkuat basis informasi geologi sebagai landasan bagi perencanaan pertambangan. Tingkat keyakinan yang lebih tinggi terhadap sumber daya mineral dapat mendukung evaluasi potensi tambang dalam jangka panjang.
Dari sisi operasional, manajemen MBMA menyatakan belum menghadapi kendala teknis maupun nonteknis yang berpotensi menghambat kegiatan eksplorasi atau memengaruhi keberlanjutan pasokan bahan baku Tambang SCM.
Meski demikian, perseroan tetap mencermati kemungkinan munculnya risiko di masa mendatang, terutama yang berkaitan dengan perubahan kebijakan dan regulasi. Risiko tersebut dapat mencakup ketentuan perizinan, aspek lingkungan, serta aturan lain yang relevan dengan kegiatan pertambangan.
Untuk mengantisipasi potensi dampak tersebut, MBMA akan terus memantau perkembangan kebijakan dan regulasi sekaligus memastikan seluruh kegiatan eksplorasi berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya perseroan menjaga kelancaran eksplorasi dan mendukung keberlanjutan operasional Tambang SCM. Ke depan, hasil evaluasi pengeboran serta perkembangan regulasi akan menjadi faktor penting dalam menentukan prospek sumber daya mineral dan pengembangan tambang tersebut.






































