PT Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk. (MAHA) memperkuat portofolio bisnis jasa angkutan pertambangan setelah memperoleh kontrak transportasi batubara dengan nilai diperkirakan mencapai Rp2,2 triliun. Kontrak bersama PT Ade Putra Tanrajeng, anak usaha PT Kutai Bara Nusantara, tersebut berlaku hingga 2030 dan diharapkan menopang kesinambungan kegiatan usaha perseroan dalam beberapa tahun mendatang.
Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan pada Kamis (8/10/2026), MAHA menjelaskan bahwa kontrak tersebut mencakup rangkaian kegiatan operasional transportasi batubara yang akan dilaksanakan secara berkelanjutan selama masa kerja sama.
Direktur Utama MAHA Yenny Hamidah Koean menyatakan bahwa perolehan kontrak tersebut mencerminkan kepercayaan PT Ade Putra Tanrajeng terhadap kapabilitas perseroan dalam menyediakan jasa transportasi komoditas pertambangan. Kepercayaan itu juga menjadi dorongan bagi MAHA untuk menjaga keandalan layanan, efisiensi operasional, serta penerapan standar keselamatan pertambangan.
Menurut Yenny, kerja sama tersebut diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi kedua belah pihak melalui penyediaan layanan transportasi yang andal dan berorientasi pada keselamatan.
Perolehan kontrak bernilai Rp2,2 triliun ini menjadi bagian dari strategi MAHA untuk memperluas jaringan pelanggan sekaligus memperkuat kemitraan dengan perusahaan di sektor pertambangan.
Untuk mendukung pelaksanaan pekerjaan, perseroan berupaya mengoptimalkan kapasitas operasional dan sumber daya manusia agar layanan transportasi dapat berjalan sesuai dengan kebutuhan pelanggan serta standar industri pertambangan.
Langkah tersebut penting mengingat kegiatan angkutan batubara membutuhkan kesiapan operasional yang berkelanjutan, mulai dari pengelolaan armada hingga penerapan prosedur keselamatan kerja. Konsistensi dalam memenuhi kebutuhan tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas layanan selama masa kontrak.
Dengan periode kerja sama hingga 2030, kontrak baru ini berpotensi memberikan kesinambungan aktivitas usaha bagi MAHA dalam jangka menengah. Selain memperluas portofolio proyek, kerja sama tersebut juga memperkuat posisi perseroan dalam menyediakan jasa transportasi batubara dan layanan pendukung industri pertambangan.
Meski demikian, besarnya kontribusi kontrak terhadap pendapatan dan laba MAHA akan bergantung pada realisasi pekerjaan serta ketentuan operasional yang berlaku selama masa kerja sama.
Ke depan, kemampuan perseroan dalam menjalankan kontrak secara efektif, menjaga efisiensi biaya, dan mempertahankan standar keselamatan akan menjadi faktor penting dalam mengoptimalkan manfaat ekonomi dari kerja sama tersebut. Perolehan kontrak ini sekaligus menjadi bagian dari upaya MAHA memperluas basis pelanggan dan menjaga pertumbuhan bisnis jasa angkutan komoditas.












































