Sejumlah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berpotensi menambah daftar emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2027. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) kini tengah mengidentifikasi perusahaan pelat merah yang dinilai memiliki prospek untuk melaksanakan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO).
Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, proses identifikasi tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat tata kelola sekaligus meningkatkan kinerja perusahaan-perusahaan BUMN. Sejak Danantara terbentuk, pembenahan tata kelola dan evaluasi terhadap berbagai kebijakan terus dilakukan untuk memperkuat fondasi perusahaan negara.
Langkah selanjutnya diarahkan pada pembukaan akses BUMN ke pasar modal melalui aksi IPO. Menurut Rosan, Danantara telah mengidentifikasi sejumlah perusahaan yang berpotensi melantai di BEI pada 2027.
Rosan menyampaikan bahwa proses tersebut masih berjalan dan beberapa perusahaan akan dikomunikasikan kepada publik sebelum akhir 2026. Penentuan calon emiten mempertimbangkan potensi bisnis, kesiapan perusahaan, serta respons yang diperkirakan muncul dari masyarakat dan dunia usaha, baik di dalam maupun luar negeri.
Dorongan terhadap BUMN untuk menjadi perusahaan terbuka juga berkaitan dengan upaya meningkatkan kualitas pengawasan. Menurut Rosan, status sebagai emiten akan membuat operasional perusahaan berada di bawah pengawasan yang lebih luas, tidak hanya dari regulator pasar modal, tetapi juga dari masyarakat yang berperan sebagai investor dan pemegang saham publik.
Keterbukaan tersebut diharapkan dapat memperkuat transparansi dan akuntabilitas BUMN. Di sisi lain, kehadiran perusahaan negara di pasar modal juga dinilai dapat memperluas keterlibatan masyarakat dalam menikmati manfaat dari pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kinerja perusahaan.
Meski belum mengungkapkan nama-nama BUMN yang tengah dipersiapkan untuk IPO, Rosan menyebut Danantara telah mengkaji sejumlah sektor strategis. Beberapa di antaranya mencakup industri finansial, pembangunan infrastruktur, dan pertambangan.
Sektor-sektor tersebut dinilai memiliki karakteristik dan prospek yang berpotensi menarik minat investor. Dengan masuknya perusahaan BUMN ke pasar modal, Danantara berharap proses penguatan tata kelola dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kinerja dan perluasan akses pendanaan.
Rosan menegaskan bahwa identifikasi terhadap calon perusahaan yang akan melantai di BEI masih berlangsung. Danantara juga akan melihat kesiapan serta prospek masing-masing perusahaan sebelum menentukan BUMN yang dinilai tepat untuk melakukan IPO pada 2027.










































