PT Cipta Perdana Lancar Tbk. (PART) mulai memperluas bisnisnya ke sektor pengelolaan sampah melalui pengembangan mesin pengolah sampah organik menjadi kompos bernama SOMYA.
Bekerja sama dengan PT Enviro Mas Sejahtera, emiten komponen otomotif tersebut mengembangkan teknologi Rapid Digester yang dirancang untuk mempercepat proses pengolahan sampah organik.
Pengembangan SOMYA menjadi bagian dari strategi diversifikasi PART untuk memperluas portofolio produk di luar komponen otomotif roda dua dan roda empat. Melalui kolaborasi ini, perseroan berupaya memanfaatkan kapabilitas manufaktur yang dimiliki untuk memasuki pasar mesin dan peralatan industri non-otomotif.
Manajemen PART menjelaskan bahwa pengembangan dan komersialisasi SOMYA membuka peluang bagi perseroan untuk membangun sumber pendapatan baru dari segmen non-otomotif. Meski demikian, kontribusinya terhadap kinerja keuangan akan bergantung pada realisasi penjualan, perolehan kontrak, kesiapan kapasitas produksi, serta keberhasilan perusahaan dalam mengembangkan pasar.
Perseroan menegaskan tetap menjalankan bisnis komponen otomotif sebagai kegiatan usaha utama, sembari memperluas peluang pertumbuhan melalui portofolio produk yang lebih beragam.
SOMYA Olah Sampah Organik dalam Delapan Jam
Dari sisi teknologi, SOMYA dirancang untuk mengolah sampah organik langsung dari sumbernya atau di tingkat hulu, sehingga sampah dapat diproses sebelum masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA). Pendekatan ini diharapkan dapat membantu mengurangi volume sampah organik yang harus ditangani oleh fasilitas pengelolaan sampah.
Menurut manajemen PART, mesin SOMYA mampu mengolah sampah organik menjadi kompos dalam waktu sekitar delapan jam. Proses tersebut juga diklaim dapat mengurangi volume sampah organik hingga 95% melalui penghilangan kandungan air di dalam sampah.
Kemampuan tersebut menjadi salah satu aspek yang ditawarkan dalam pengembangan SOMYA, terutama untuk menjawab kebutuhan pengelolaan sampah rumah tangga dan perkotaan. Dengan pengolahan di tingkat hulu, volume sampah yang dikirim ke TPA berpotensi ditekan sehingga dapat membantu mengurangi risiko kelebihan kapasitas tempat pembuangan.
Kolaborasi PART dan PT Enviro Mas Sejahtera menggabungkan kemampuan manufaktur dengan teknologi pengolahan lingkungan. Sinergi ini juga membuka peluang pengembangan produk, peningkatan kapasitas produksi, serta penjajakan pasar di sektor industri maupun fasilitas pengelolaan sampah milik pemerintah daerah.
Jajaki Peluang Penerapan di Daerah
Seiring pengembangan produk, kebutuhan terhadap solusi pengelolaan sampah menjadi peluang bagi kedua perusahaan untuk menjajaki kerja sama dengan calon pengguna. Namun, penerapan SOMYA secara lebih luas tetap akan mempertimbangkan kesesuaian teknologi dengan kebutuhan operasional, hasil evaluasi teknis, kelayakan ekonomi, serta persyaratan dan mekanisme pengadaan yang berlaku.
Potensi penerapan teknologi tersebut juga mendapat perhatian dari pemerintah daerah. Wali Kota Tangerang Sachrudin meninjau langsung SOMYA untuk mengenal teknologi, fungsi, serta peluang penggunaannya dalam mendukung pengelolaan sampah perkotaan.
Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi pengembang untuk memperkenalkan teknologi yang ditawarkan sekaligus memahami kebutuhan pengelolaan sampah di tingkat daerah. Meski demikian, peninjauan tersebut belum dengan sendirinya menunjukkan adanya kesepakatan pengadaan atau penerapan SOMYA di Kota Tangerang.
Bagi PART, pengembangan SOMYA menjadi langkah untuk menjajaki pasar baru dengan memanfaatkan kemampuan manufaktur yang telah dimiliki. Ke depan, keberhasilan komersialisasi produk ini akan ditentukan oleh penerimaan pasar, kesiapan produksi, serta kemampuan perusahaan memenuhi kebutuhan pengguna di sektor pengelolaan sampah.









































